Pada artikel kali ini kita akan membahas apa saja manfaat yang didapat perusahaan ketika sukses menjalankan Single Minute Exchange of Die (SMED).

Metode SMED juga dikenal sebagai quick changeover. SMED merupakan tool Lean yang dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah waktu transisi yang dibutuhkan dalam suatu proses operasi. Selain mampu meningkatkan waktus siklus dalam suatu proses, SMED membantu mengurangi biaya dan meningkatkan fleksibilitas suatu proses. 

Ada dua jenis elemen dalam SMED, yaitu elemen internal dan elemen eksternal. Elemen internal merupakan elemen yang harus diselesaikan saat peralatan dihentikan. Sementara elemen eksternal adalah elemen yang dapat diselesaikan saat peralatan sedang berjalan. Proses SMED berfokus untuk membuat elemen eksternal sebanyak mungkin dan menyederhanakan serta merampingkan semua elemen. Jika proses ini sukses, maka akan mendapatkan manfaat berikut:

  1. Biaya produksi menjadi lebih rendah karena proses changeover yang lebih cepat berarti waktu henti peralatan pun akan lebih singkat. 
  2. Ukuran lot (batch) lebih kecil, sehingga memungkinkan pergantian produk lebih sering.  
  3. Semakin responsif terhadap permintaan pelanggan. 
  4. Tingkat persediaan lebih rendah sehingga mampu menekan inventaris bahan baku, persediaan, dan barang jadi. 
  5. Meningkatnya konsistensi dan kualitas karena pergantian terstadarisasi. 
  6. Menjadi lebih efisien dan mampu mengidentifikasi peluang untuk perbaikan berkelanjutan

Melihat kebutuhan industri dan fasilitas Anda, strategi SMED bisa Anda pertimbangkan untuk mengurangi waktu penggantian mesin dan memenuhi sasaran produksi tepat waktu.  Jagalah agar setiap ruang mampu mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Sebab, berkurangnya waktu siklus membuat pelanggan menerima pesanan lebih cepat, meningkatkan penjualan dan pendapatan perusahaan, dan mengurangi biaya modal untuk membayar inventaris. 

Baca juga  Inilah Keuntungan Menggunakan Lean Six Sigma ke dalam Proses Bisnis