Lean menawarkan berbagai strategi untuk mengidentifikasi dan menghilangkan segala macam bentuk pemborosan (waste). Satu diantaranya yang efektif bernama Single Minute Exchange of Die (SMED).

Metode yang juga dikenal sebagai quick changeover ini merupakan tool Lean yang dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah waktu transisi yang dibutuhkan dalam suatu proses operasi. Selain mampu meningkatkan waktus siklus dalam suatu proses, SMED membantu mengurangi biaya dan meningkatkan fleksibilitas suatu proses. 

Kata “single minute”mengarah pada tujuan SMED, yaitu mengurangi waktu changeover (pergantian) menjadi satu digit, misal sembilan menit menjadi satu menit (jika memungkinkan). Sebagai gambaran kita bisa belajar dari industri restoran. Sebagian besar restoran umumnya menawarkan tiga paket menu, ada sarapan, makan siang, dan makan malam. Untuk pergantian dari paket satu ke paket yang lainnya, dapur membutuhkan waktu mungkin sekitar satu jam, ini bisa lebih lama jika staf dapur dengan kondisi satu keluar sementara yang lain masuk. 

Mungkin ini bukan masalah bagi tim dapur, tetapi bagaimana dengan pelanggan? Apakah mereka bersedia membuang waktu berharga mereka untuk menunggu pesanan sementara mereka bisa menikmati pesanan dengan segera jika pergi ke tempat lain? Dalam kasus ini, menurut kami mempercepat proses sehingga memungkinkan transisi yang lebih lancar merupakan opsi penyelesaian terbaik untuk dipilih. Sebab ketika masalah transisi ini terpecahkan, restoran bisa menawarkan menu apapun kapan saja. 

Seperti tool Lean Six Sigma yang lain, SMED dikembangkan pertama kali di Jepang di Toyota. Shigeo Shingo kala itu mengamat proses yang tidak efisien di Toyota selama proses pencetakan body mobil. Shingo menemukan bahwa sebagian besar pemborosan mengarah pada waktu yang dihabiskan untuk mengganti tools dalam proses pencetakan. Pergantian itu memakan waktu antara dua hingga delapan jam. Toyota juga menghabiskan banyak uang untuk menyimpan kendaraan yang sedang dibangun. Sesuai prediksi Shingo, Toyota dapat menghemat uang setelah berhasil mempercepat proses pergantian.

Baca juga  Tiga Prinsip Utama Metode Design Thinking

Saat itu Toyota berhasil melakukan changeover hanya dalam tiga menit melalui perbaikan proses. Mereka mengambil tindakan berani dan diperlukan untuk memodifikasi peralatan pabrik dan bagian kendaraa serta mengubah urutan proses pencetakan body mobil. Semua ini mendukung proses produksi tepat waktu. Dengan kata lain SMED menjadi komponen kunci dari Toyota Production System (TPS) yang sangat populer hingga hari ini. Produksi yang  tepat waktu ini menjawab tuntutan pelanggan. 

Apa saja manfaat SMED? Simak article kami selanjutnya ya!