Program pendekatan people, proses, dan teknologi secara holistik di area perkebunan sawit berkontribusi besar terhadap tingkat produktivitas perusahaan. 

Minyak kelapa sawit (crude palm oil) adalah bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi berbagai jenis produk sehari-hari. Sebagai sumber minyak nabati yang paling ekonomis, minyak sawit menjadi pilihan utama substitusi minyak nabati lainnya. Sebab itu, meskipun mendapatkan kampanye hitam oleh negara-negara Uni Eropa, permintaan terhadap minyak sawit tetap meningkat. 

Menguasai pangsa produksi global hampir 60 persen, Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit atau  terbesar di dunia. Melihat dari kacamata bisnis, maka industri sawit menjadi salah satu industri yang sustain. Tantangannya adalah bagaimana menciptakan bisnis yang berkelanjutan sehingga dapat memenuhi pertumbuhan permintaan global. Tantangan ini harus bisa dijawab oleh semua pelaku industri sawit di tanah air sehingga Indonesia bisa menjadi industri sawit kelas dunia berkinerja tinggi.

Di era industri 4.0, peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi menjadi suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif. Perusahaan harus bisa menciptakan inovasi-inovasi baru dengan menggunakan ilmu sains dan teknologi guna meningkatkan produksis secara berkelanjutan. Dalam hal ini transformasi dan digitalisasi yang dilakukan secara sistematis, bertahap dan konsisten wajib dilakukan.

Ada berbagai macam tantangan produktivitas yang dihadapi industri sawit, baik itu internal maupun eksternal. Khusus internal, hal ini terjadi karena masih banyak variabel dalam mekanisme aktivitas yang masih belum terkontrol dengan baik. Guna menjawab tantangan produktivitas ini maka perusahaan perlu meningkatkan sisi people (orang) dan proses, serta menggunakan platform teknologi digital untuk membantu mengotomatisasi dan menganalisa operasional perusahaan secara end to end.

Memperkenalkan Framework LEADS (Lean – Agile – Digital for Sawit)

Dalam bisnis, aspek people dan proses hampir pasti selalu beriringan. Misal, ketika perusahaan selesai mendesain proses baru sementara dari sisi people tidak mau menjalankan atau tanpa engagement dan buy in maka tidak akan bisa berjalan. Sebagai contoh dalam industri sawit, pendekatan yang harus dilakukan di lapangan harus disesuaikan, misal ketika berkomunikasi dengan para pekerja perkebunan atau pemanen sawit maka kita harus benar-benar menggunakan Bahasa yang membumi, Bahasa yang sederhana namun dapat memberikan gambaran akan manfaat yang bisa mereka dapatkan.

Baca juga  Lebih Lincah dengan Sistem Produksi Just In Case

Perusahaan konsultan Operational Excellence SSCX, telah memperkenalkan satu framework bernama LEADS (Lean – Agile – Digital for Sawit). Framework ini telah diterapkan dan terbukti secara komprehensif memberikan hasil yang baik dan berkelanjutan bagi bisnis. “Untuk Sawit kami sudah enhance, selain people dan proses kami juga sudah memiliki perangkat teknologi yang bisa membuat peningkatan performa di bisnis sawit secara menyeluruh,” ungkap COO SSCX Rifki Rizal Derrian kepada SHIFT Indonesia.

Teknologi yang juga sudah dipatenkan oleh SSCX ini mengadopsi berbagai macam teknologi yang ada di industri 4.0 seperti big data, mobility, tracking, internet of things, software integration, dan juga Artificial Intelligence (AI). Dengan integrasi teknologi ini memungkinkan segala elemen yang ada di industri sawit menjadi optimal. “Kita bisa menaikkan hasil bisnis dan mengurangi risiko. Jadi cost bisa turun, kecepatan dan kualitas naik itu bisa diperoleh dengan sekaligus,” jelas Rifki.

Dalam mengembangkan program LEADS, SSCX mengusung program hybrid yang mengkombinasikan pendekatan top-down dan bottom-up. SSCX membantu organisasi mempersiapkan dan membangun infrastruktur dengan melibatkan manajemen dan stakeholders lintas fungsi.

“Salah satu perusahaan sawit yang kita bantu mendapatkan dampak yang luar biasa besar hanya dalam waktu tiga bulan, mereka berhasil saving hingga 80 Miliar per tahun karena mereka benar-benar membentuk infrastruktur yang mendukung,” jelas Rifki.

Adapun hal penting lainnya yang juga harus diperhatikan dalam membangun infrastruktur adalah terus meng-improve aspek people dari dua sisi, pertama adalah standar kerja individu dan kedua aspek mindset.

SSCX – SEMAI

SEMAI adalah inovasi teknologi baru yang dihadirkan SSCX khusus untuk mengerek produktivitas perusahaan sawit. Dengan menggunakan kekuatan big data, produktivitas tidak lagi hanya bisa dihitung per blok tetapi kini bisa dihitung per pohon.

Baca juga  Tiga Hal Penting untuk Menjadi Pemimpin Sukses

Lebih lanjut tentang program SEMAI hubungi kami di 08175763021. Informasi lain tentang SSCX: www.sscxinternational.com