Agility adalah kemampuan untuk berpikir dan memahami keadaan dengan cepat. Dalam dunia bisnis, agility adalah metode yang menempatkan proyek dalam skala yang lebih kecil dan melibatkan anggota tim lewat kolaborasi yang konstan dan iterasi berkelanjutan. Metode ini menawarkan pendekatan yang berulang dan bertahap, jadi tidak bekerja secara berurutan dan menciptakan produk di akhir proyek. Perusahaan mengadopsi agile karena mereka ingin menjadi lebih produktif dan kolaboratif. Mereka mendorong pertumbuhan dan pengembangan karyawan secara keseluruhan.

Bisnis hari ini bergerak sangat cepat, inovasi bermunculan setiap harinya. Jika organisasi tidak menerapkan metodologi agile, maka mereka bisa kehilangan keunggulan dan tidak relevan. Lebih dari 71 persen organisasi di seluruh dunia telah mengadopsi pendekatan agile di dalam fungsi mereka. Dari semua organisasi yang menerapkan ini, 98 persen diantaranya mampu mencapai kesuksesan.

Untuk menerapkan proses yang agile, semua stakeholders harus memberikan dukungan karena perombakan proses bisa saja terjadi secara total. Langkah pertama yang harus diambil adalah memastikan transparansi terjadi di semua level untuk memastikan penerimaan tim. Kedua, mereka harus membuka sarana komunikasi dua arah dimana manajemen bisa membicarakan tentang “mengapa” dan “bagaimana”proyek dijalankan dan dalam waktu bersamaan mereka akan menerima feedback dari tim. Langkah ini akan membantu organisasi untuk menghindari selentingan yang bisa saja berdampak negatif bagi proses. Ketiga, dan yang paling kritis yaitu memastikan bahwa organisasi bergerak ke arah pengembangan proses dan lean, karena agile adalah proses yang berkelanjutan sehingga semakin rendah hierarki maka fluiditas proses semakin meningkat.  

Jika organisasi Anda berencana menjadi agile, maka Anda harus mulai dengan Sumber Daya Manusia (HR) di organisasi Anda. Departemen SDM bukan hanya tentang manajemen orang dan mengelola operasi. SDM adalah unit bisnis strategis yang menawarkan nilai bisnis dalam hal pertumbuhan, efisiensi, dan penghematan biaya.

Organisasi harus menumbuhkan keterlibatan karyawan dan juga membenahi struktur organisasi. SDM yang agile akan membawa organisasi Anda lebih siap merespons perubahan dinamis di lingkungan bisnis. Mereka tidak kaku dengan rencana dan sangat mendukung fleksibilitas juga inovasi.  

Baca juga  Pentingnya Mengukur “Time Intelligence”

Menerapkan Agile di Organisasi

  1. Mulai dari scoop yang kecil
    Mulailah agile dari bagian yang kecil dan lakukan percobaan dengan melibatkan satu tim untuk mengetahui dampaknya. Kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk menjalankan agile dalam berbagai cara dan belajar jika terjadi kesalahan. Lebih dari 45 persen organisasi mengatakan bahwa hambatan utama dalam menerapkan agile adalah rendahnya dukungan internal. Sebagai jalan keluar organisasi harus berhasil menjual ide melalui data yang terbukti. Ini hanya bisa didapat ketika Anda mengenalkan agile di bagian kecil perusahaan, melakukan beberapa pengujian dan menemukan cara yang paling tepat untuk mengimplementasikannya.
  2. Konsisten
    Agile adalah tentang mendorong kemampuan beradaptasi dan menjadi fleksibel. Kita tidak bisa hanya fokus dengan satu departemen sementara tim lain tetap lambat dan menghambat proses. Kita harus memiliki rencana penyebaran di seluruh organisasi untuk bisa mendapatkan manfaatnya. Kita juga tidak dapat menerapkan metode agile dan mengabaikan yang lain, karena ini dapat mengaburkan tujuan organisasi. Kita harus bisa memastikan bahwa proyek itu scalable dan berkelanjutan.
  3. Manfaatkan Tools 
    Tools terbaik disini adalah apa yang bisa memberi Anda feedback secara real time dan berkelanjutan untuk berbagai proses bisnis. Tools inilah yang akan membuat karyawan memahami kinerja mereka. Tool yang tepat juga akan membantu karyawan menyelaraskan tujuan masing-masing tim dengan tujuan bisnis secara keseluruhan. Ini akan membantu manajer membuat penyesuaian di sepanjang proses.

sumber: entrepreneur.com