Opsi Opsi Meningkatkan Throughput
Dari artikel sebelumnya disebutkan bahwa “Kecepatan pelayanan ditentukan oleh kapasitas kita melayani pelanggan, atau disebut throughputCoffee Talk: Pengelolaan Demand yang Fluktuatif. Read more ... ». Thoughput didefinisikan sebagai banyaknya produk atau orang yang terlayani dalam waktu tertentu (misalnya 10 orang/menit)”.

Rendahnya throughput umumnya disebabkan oleh bottleneck pada proses. Untuk dapat mengatasi bottleneck tergantung dari titik permasalahan yang menyebabkan bottleneck terjadi.
Dibawah ini adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan:
Menjadikan Internal Event menjadi External Event
Di sebuah kantor cabang BankTeguh L. Santoso - Konsistensi Seorang Change Agent. Read more ... » BCA, seorang wanita muda dengan senyum manisnya menyapa pelanggan yang sedang mengantri di CustomerHugo Boss Main ‘Kejar-kejaran’ di Cina. Read more ... » Service. “Selamat siang, Pak, saya Linda, kami ingin membantu proses bapak, boleh saya tahu keperluan Bapak?” setelah mengetahui keperluan pelanggannya maka wanita tersebut segera mengambil formulir yang sesuai, dan kembali ke pelanggan tersebut, kemudian membantu pelanggan dalam proses pengisian, dan proses fotokopi jika diperlukan. Sehingga, kekita berada di depan Customer Service, proses yang dilalui lebih singkat dan waktu antri bagi nasabah lain juga lebih pendek.
Linda (BCA) menjadikan proses yang sebelumnya dilakukan di depan customer service (internal event), kini dapat dilakukan sebelum di meja customer Service (external event).
Membatasi variasi produk, variasi pelayanan, atau pilihan kustomisasi
“Semakin banyak variasi produk pada maka akan semakin banyak setup”, menurut Riyantono, senior consultant SSCX International, “variasi bukanlah momok sejauh perusahaan dapat menanganinya dengan baik, misalnya lewat setup times yang singkat. Ingat, setup times tidak memberi nilai tambah bagi pelanggan. Di manufaktur, setup sangat menentukan fleksibilitas. Dan fleksibilitas ini pulalah yang akan menentukan seberapa mampu perusahaan melayani variasi dari kebutuhan pelanggannya”.
Upaya pembatasan variasi ini tentunya harus diperhitungkan dengan memperhatikan valueCustomer Value: Penentu Loyalitas Pelanggan dan Kesuksesan Bisnis Anda. Read more ... » menurut pelanggan. Anda tentu masih ingat dengan Ford yang pernah hanya memproduksi mobil hitam dan terkenal dengan kalimat “you can choose any color you like, as long as it is black”. Apakah pelanggan akan puas? Sesuaikan dengan industriJenjang Karir Six Sigma: Alasan McKesson Menjadi Perusahaan Favorit? (Bagian 1). Read more ... » dan pelanggan Anda. Penting juga disadari bahwa proses setup juga terjadi di industri jasa.
Peningkatan Kapasitas
Ini adalah salah satu cara yang sering dilakukan. Umumnya perusahaan menempuh cara penambahan shift, penambahan tenaga sementara baik kontrak maupun outsourcing, penambahan mesin, penambahan pelayan. Cara ini dapat efisien jika dilakukan secara kreatif pula. Dalam industri tertentu, pola ini tepat jika customer lead timeHugo Boss Main ‘Kejar-kejaran’ di Cina. Read more ... » jauh dibawah processApa itu Voice of Customer? Pertajam Pendengaran Anda Sebelum Memulai Inisiatif Lean Six Sigma! . Read more ... » lead time.
Sheraton Media adalah hotel chain dari Starwood, hotel yang berlokasi di Gunung Sahari ini memiliki 4 restoran, 2 cafe-lounge, dan 1 night club yang masing-masing tempat tersebut memiliki karyawan tersendiri. Terdapat variasi jumlah pelanggan di antara ketiga restoran ini dari waktu ke waktu. Dengan sistem lama, ketika jumlah pelanggan sedang tidak banyak maka beban kerja karyawan rendah, namun jika pelanggan yang datang banyak maka terjadi adalah antrianSolusi untuk Toilet Wanita. Read more ... », dan tak jarang terjadi komplain karena lama menunggu
Setelah mempelajari pola distribusi kedatangan pelanggan, maka Executive Assistant Manager, Algamar Idris menceritakan bagaimana Sheraton Media melakukan beberapa langkah berikut:
- Meningkatkan kapasitas pelayanan restoran yang penuh dengan memindahkan sebagian sumber daya dari restoran yang masih over-capacity sesuai dengan kebutuhan pada saat itu. “Dalam Lean ServiceMengidentifikasi Akar Masalah dalam Sistem dan Proses dengan Metode Root Cause Analysis (RCA). Read more ... », ini dikenal dengan istilah multi-skills, dan ini meningkatkan fleksibilitas dalam pelayanan”, lanjut Riyantono.
- Split-shift, beberapa karyawan diminta untuk bekerja split-shift, contohnya masuk jam 06.00 – 10.00 kemudian pulang dan masuk lagi jam 15.00 – 19.00, disesuaikan dengan load/beban dari restoran.
- Untuk mendukung hal-hal di atas, Sheraton Media juga melakukan penggandaan seragam, karena tidak mungkin melayani pelanggan dengan seragam yang berbeda-beda, karena di mata pelanggan akan sangat mengganggu.
Simplifikasi dan menghilangkan inefisiensi pada proses
PLN Disjaya Tangerang sebagai unit kerja dari PT PLN (Persero) untuk pelayanan distribusi dan pelayanan pelanggan Jakarta dan Tangerang juga concern dengan kecepatan pelayanan. Contohnya, untuk mengajukan aplikasi pasang baru dibutuhkan beberapa tanda tangan pejabat dan harus melibatkan rapat keseluruhan anggota tim evaluasi. Melihat tingkat kesibukan masing-masing pejabat dan tim evaluasi tak ayal waktu yang dibutuhkan untuk pengesahan bisa mencapai bulanan. Setelah dilakukan evaluasi bahwa tidak semua pejabat harus tanda tangan, dan rapat evaluasi tidak harus dihadiri secara fisik, sistem baru mulai diterapkan dan sekarang proses pasang baru sudah jauh lebih cepat. Dalam sebuah wawancara dengan Purnomo Willy, Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan Jawa Bali PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa, “Dengan menghilangkan non-value-add activities di pelayanan, proses kami menjadi lebih cepat dan efisien, kita waktu itu lebih fokus pada eliminasi non-value-add-nya ketimbang memperbaiki value-add activities.”

















Pingback: Lean Manufacturing di Ultrafit: Tingkatkan Value dan Hilangkan Waste di Tiap Sendi Produksi - Majalah Shift Indonesia | Majalah Shift Indonesia