Dalam dua bulan pertama tahun ini, output industri China tumbuh 7,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara pertumbuhan investasi aset tetap (fixed-asset investment) meningkat menjadi 7,9 persen. Investasi aset tetap di sektor swasta pun mengalami kenaikan sebesar 8,1 persen, sebelumnya hanya 6,0 persen pada 2017. Investasi ini turut menyumbang sekitar 60 persen dari keseluruhan investasi di China.

Analis yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan output pertumbuhan industri akan sedikit turun menjadi 6,1 persen karena adanya pembatasan polusi musim dingin yang ketat. Sedangkan untuk investasi aset tetap diperkirakan akan tumbuh 7,0 persen, turun dari 7,2 persen sepanjang 2017.

Data-data ekonomi China sedang menunjukkan momentum positifnya, namun untuk sektor penjualan ritel pertumbuhannya belum mampu melampaui prediksi para analis. Biro Statistik Nasional China mengatakan pada hari Rabu (14/03) bahwa penjualan ritel naik 9,7 persen pada tahun ini. Sebelumnya analis memprediksi akan terjadi peningkatan menjadi 9,8 persen dari 9,4 persen pada Desember.

Investor sangat memperhatikan data ekonomi China pada awal tahun, perayaan Tahun Baru Imlek cenderung membuat data ekonomi China semakin baik. Gambaran jelas ekonomi China baru bisa mereka dapat secara jelas pada laporan kuartalan yang dikeluarkan per 1 April.

Perdana Menteri Li Keqiang mengatakan pada pekan lalu bahwa China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen tahun ini, angka yang sama dengan tahun lalu.

China juga telah menargetkan pertumbuhan penjualan ritel sekitar 10% tahun ini, namun mereka belum mengumumkan target output industri ataupun investasi pada aset tetap.

 

Sumber : Reuters, CNBC

Baca juga  Toyota the Disrupter : Berikut adalah Perubahan Besar yang Diciptakan Toyota dalam Industri Otomotif