SHIFT SSCX metode problem solving lean six sigma

Berbagai pendekatan problem solving yang ditawarkan Lean atau Six Sigma kerap membuat karyawan kebingungan, terlepas dari banyaknya pengalaman mereka. Namun sesungguhnya, hanya sedikit perbedaan di antara sekian banyak pendekatan tersebut. Semua perbedaan hanya terkait tipe masalah yang akan dipecahkan.

Pendekatan problem solving yang kerap digunakan dalam lingkup Continuous Improvement adalah PDCA, A3, DMAIC dan 8D, yang dapat dipilih berdasarkan:

  1. Apakah masalah yang akan dipecahkan tergolong kecil, sedang atau besar?
  2. Apakah solusi dari masalah tersebut belum diketahui?
  3. Apakah strategi problem solving anda mengikuti proses Continuous Improvement atau anda hanya ingin menyelesaikan satu masalah saja (misalnya, komplain pelanggan)?

Semua pendekatan tersebut memiliki kesamaan, yaitu semuanya mengikuti cara-cara sains dan metodis untuk menyelesaikan masalah. Sebagai tambahan, fase-fase dalam suatu pendekatan bisa dipetakan dan dibandingkan dengan fase-fase dalam pendekatan lainnya (lihat tabel dari Kaizan Factory ini). Berikut adalah sedikit penjelasan:

PDCA

Siklus PDCA atau juga dikenal sebagai Siklus Deming/Shewhart, adalah pendekatan klasik untuk memecahkan masalah di lingkup Lean (atau Toyota Production System). PDCA (Plan-Do-Check-Act) digunakan untuk menangani masalah berskala sedang, dan fase Act-nya menyiratkan bahwa siklus PDCA harus dimulai kembali, untuk memastikan continuous improvement. Fase Plan harus dieksekusi dengan sangat cermat, dan biasanya memakan waktu 50 persen dari total waktu siklus PDCA.

A3 Problem Solving

A3 Problem Solving adalah pendekatan yang dikembangkan oleh Toyota. A3 adalah semacam PDCA yang terdiri atas 8 langkah yang dijabarkan dalam kertas berukuran A3. Inilah tool yang bersifat kolaboratif dan visual, dengan berbagai grafik. A3 juga digunakan untuk menyelesaikan masalah berskala sedang, yang dapat diselesaikan dalam waktu seminggu atau kurang. A3 Problem Solving umum digunakan dalam implementasi Lean.

Baca juga  Tahapan-tahapan dalam Pembuatan VSM (1)

DMAIC

DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control) berasal dari dunia Six Sigma. Pada dasarnya, pendekatan ini serupa dengan PDCA yang dilakukan dalam 5 langkah, dan dipakai untuk mengatasi masalah berskala besar dengan jumlah data yang sangat banyak. Walaupun DMAIC seringkali diasosiasikan dengan penggunaan tool statistik, namun tidak selalu demikian dalam prakteknya. Waktu untuk melewati fase DMAIC dapat mencapai lebih dari 3 bulan, bergantung kepada kompleksitas masalah dan proses yang akan diperbaiki.

8D/PSP

Proses 8D Problem Solving atau 8D-Report biasanya digunakan di industri otomotif. Fase-fasenya seperti PDCA dengan 8 langkah dan fokus kepada reaksi cepat terhadap komplain pelaggan (misalnya, komponen atau produk dikirim salah, dll). Biasanya tiga langkah pertama harus diselesaikan dan dilaporkan kepada pelanggan dalam tiga hari. Pada dasarnya, PSP sama saja dengan 8D, namun PSP umum digunakan di industri pesawat terbang.

Lalu bagaimana dengan proyek skala kecil? Biasanya tim di perusahaan melakukan mini-project seperi Kaizen Blitz yang biasa dilakukan di lingkungan Lean Six Sigma.***

Sumber: Kaizen Factory/Thomas Liesener.