Ekonomi Indonesia tahun 2018 tumbuh 5,17 persen lebih tinggi dibanding capaian tahun 2017 sebesar 5,07 persen. Namun, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 ini masih meleset dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABNP) 2018  yaitu sebesar 5,4%. Bahkan juga tidak menyentuh target yang telah di revisi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi 5,2 persen.

Faktor penghambat perekonomian tidak mencapai target diantaranya yaitu net ekspor yang turun 0,99 persen sepanjang 2018. Tahun 2018 ekspor terhadap PDB hanya mampu mencatat pertumbuhan sebesar 6,48 persen sementara pertumbuhan import mencapai 12,04 persen.

Di sisi lain, realisasi investasi tahun 2018 juga ikut menjadi faktor penghambat pertumbuhan . “Realisasi investasi di 2018 cukup mengecewakan. Pertumbuhan investasi melambat dari di atas 10% di 2017 menjadi hanya sedikit di atas 4% di tahun lalu. Itu tentunya salah satu faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi secara total di bawah keinginan kita,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dikutip SHIFT dari CNBC Indonesia (07/06).

Seperti kita ketahui, realisasi investasi Indonesia tahun 2018 mencapai Rp 721,3 triliun meleset dari target yang telah ditetapkan dalam RPJMN sebesar Rp 765 triliun.  Salah satu penyebabnya adalah realisasi penanaman modal asing (PMA) di tahun lalu yang hanya mampu menyumbang Rp 392,7 triliun, turun 8,8% dibandingkan realisasi PMA di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 430,5 triliun.

 

 

 

 

 

 

Baca juga  AirAsia Sabet Gelar Maskapai Terbaik Dunia di Kelas LCC