Setiap proyek memiliki risikonya masing-masing, termasuk risiko untuk gagal. Oleh karena itu, manajer proyek harus berani mengambil tindakan penyelamatan ketika proyek keluar dari jalur sebelum sampai di ujung kegagalan. Tidak mudah tentunya, tetapi bukan juga berarti tidak mungkin. Berbekal pengalaman dan kemampuannya, seorang proyek manajer pasti bisa mengatasi masalah apapun kondisinya, dasarnya yaitu mengaplikasikan langkah-langkah yang tepat berikut ini.


Pertama dan terpenting adalah memperhatikan tanda-tanda bahwa kemungkinan ada masalah di proyek Anda. Dikutip dari Cio, setidaknya ada 3 tanda vital yang mengindikasikan masalah di proyek. Pertama, meningkatnya kesenjangan komunikasi. Antisipasinya, jaga komunikasi dengan semua stakeholders, sehingga memungkinkan Anda untuk berbicara tentang semua masalah yang ada sebelum masalah tersebut menggagalkan proyek Anda. Kedua, konflik yang meningkat. Kesenjangan komunikasi dapat memicu konflik. Manajer proyek perlu menjaga tim selalu terbuka untuk konflik ringan. Ketiga, buy-in poyek menurun. Ketika anggota tim dan stakeholders kehilangan minat atau kepercayaan terhadap suatu proyek, buy in akan berkurang. Pada tahap ini, libatkan para pemangku kepentingan dan anggota tim dalam dialog untuk mengetahui sumber masalahnya.


Lebih lanjut kita harus membuat daftar prioritas masalah yang akan diatasi. Kita harus memeriksa kembali ruang lingkup dan tujuan proyek kita. Setelah identifikasi dilakukan, kita akan menemukan kegiatan yang relevan dan tidak relevan dengan tujuan kita, segera hilangkan kegiatan yang berdampak negatif pada proyek.

Kemudian untuk selamat dari kegagalan adalah bergerak secara cepat dan komprehensif. Setelah masalah teridentifikasi, tetapkan sumber daya yang akan bertugas menyelaraskan kembali laju proyek. Kemudian setelah masalah teratasi, maka penting untuk kita menilai kembali prioritas proyek untuk memastikan bahwa semua masalah telah diselesaikan dan juga memastikan area lain tidak ikut terdampak tindakan korektif yang telah diambil.

Baca juga  Lean Bukan Sekedar Penyesuaian Proses

Ada banyak hal yang dapat menempatkan proyek pada risiko kegagalan. Mengenali tanda-tanda masalah, menangani masalah secara tepat waktu, dan menilai kembali ruang lingkup, prioritas, dan tujuan proyek sangat penting untuk bisa mengembalikan proyek yang gagal dan mempertahankannya di jalur yang benar.