Menurut penelitian terbaru dari University of Birmingham Business School, memberi karyawan Anda keleluasaan ternyata tak hanya mengarah pada tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi, tetapi juga bagus untuk kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Bagaimana bisa?

Dalam sebuah rilis media, seorang peneliti Dr. Daniel Wheatley mengatakan “Tingkat kontrol yang lebih besar atas tugas dan jadwal kerja berpotensi untuk menghasilkan manfaat yang signifikan bagi karyawan, yang terbukti meningkatkan kesejahteraan. Efek positif terkait dengan waktu kerja yang fleksibel atau bahkan bekerja di rumah, memberikan nilai lebih bagi karyawan,”

Studi tersebut menemukan bahwa lebih banyak fleksibilitas di tempat kerja sangat penting bagi karyawan wanita, khususnya karyawan yang memiliki anak-anak, yang memberikan lebih banyak kebebasan, serta dapat menyeimbangkan komitmen antara pekerjaan dan keluarga mereka dengan lebih mudah.
Demikian pula, sebuah studi sebelumnya yang meneliti 1.380 karyawan di Taiwan menemukan bahwa karyawan dengan otonomi pekerjaan lebih banyak melaporkan kepuasan kerja yang lebih besar, dan juga mengurangi tingkat mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Kebebasan dan Kepercayaan
Memberikan otonomi kepada karyawan Anda di tempat kerja menunjukkan bahwa Anda mempercayai mereka. “Memantengi” karyawan Anda di mejanya untuk memastikan bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan benar, merupakan hal yang sia-sia dan hanya membuat mereka tertekan saja
“Anda merekrut [tim Anda] karena suatu alasan, jadi Anda harus memercayai mereka dalam pekerjaan yang mereka lakukan,” kata Paolo Rentero, pendiri Digiteer Creative Studio, yang dilansir Inc Southeast Asia.

“Berikan saran dan jika perlu, beberapa kritik, tapi jangan pernah mengontrol hal-hal kecil. Selalu ingat bahwa dalam sebuah start-up, Anda dan mereka bekerja sebagai sebuah tim. Setiap orang menjalani bagian masing-masing dan tidak akan berfungsi secara keseluruhan jika Anda kehilangan satu. Membangun pola pikir ini dalam tim Anda akan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras dan lebih dekat di dalam perusahaan,” lanjutnya.

Lebih banyak keleluasaan di tempat kerja menunjukkan kepada tim Anda bahwa mereka adalah bagian dari sebuah komunitas, tidak hanya sebuah komputer atau mesin.
“Manfaat memberikan keleluasaan dan saling berbagi akan memberi rasa memiliki kepada karyawan, serta membangun komunitas yang baik dan membuat karyawan merasa terikat dengan tempat kerja mereka,” kata John Thornton,director of talent sebuah perusahaan rekrutmen WorkVenture.

Bagaimana Cara Memberi Mereka Keleluasaan?
Memang, terlalu banyak fleksibilitas tanpa panduan apapun akan membahayakan diri mereka sendiri dan perusahaan. Tentu saja ada metode khusus untuk memberi kebebasan dengan takaran yang tepat kepada karyawan Anda.

Shelley Prevost, pendiri dan CEO Torch, berkata bahwa kuncinya ada pada keseimbangan: Anda yang menetapkan parameternya, namun Anda tetap memberi pilihan pada karyawan Anda. Meluangkan waktu untuk melatih karyawan Anda dan memastikan bahwa Anda memiliki visi, misi, dan nilai yang sama juga akan membantu Anda mencapai tujuan yang sama, sehingga Anda dapat yakin bahwa tanpa pengawasan terus-menerus, tim Anda akan dapat memenuhi harapan Anda.