Amazon, perusahaan ritel online yang didirikan oleh Jeff Bezos terus melakukan inovasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas bagi pelanggan. Salah satunya dengan melakukan manajemen supply chain atau rantai pasok yang cepat dan efisien.

Kombinasi teknologi informasi yang canggih, jaringan warehouse yang luas, manajemen inventori yang multi-tier dan transportasi yang handal membuat supply chain Amazon paling efisien di antara perusahaan besar lainnya di dunia. Berikut rahasia sukses manajemen supply chain di Amazon yang berhasil menyulitkan para pesaing untuk mengikutinya dan juga memaksa mereka berinvestasi lebih banyak dalam otomasi:

Outsourcing Inventory Management and Insourcing Logistics : Supply chain di Amazon sangat bergantung pada manajemen outsourcing, terlebih produk yang sering dibeli atau dipesan oleh pelanggan tidak tersimpan di gudang Amazon. Hampir 82 persen penjualan Amazon dari pihak ketiga dengan angka mencapai $ 22,9 miliar pada tahun 2016. Amazon mampu melakukan pengiriman barang dalam satu jam atau satu hari karena mengandalkan logistiknya sendiri. Amazon mengerti dengan baik bisnis mereka, bahwa dengan mengandalkan logistik pada pihak ketiga hanya akan memperpanjang waktu pengiriman produk ke pelanggan. Itulah sebabnya Amazon menggunakan kendaraan pengiriman sendiri untuk pengirimannya.

Delivery Options To Customers : Amazon memiliki gudang yang berbeda untuk menyimpan berbagai jenis produk, mereka juga menyediakan preferensi pilihan pengiriman kepada pelanggan. Mulai dari prime customers delivery, one-day delivery, first class delivery dan free super saver delivery. Upaya terus menerus dilakukan Amazon untuk membuat pengiriman produk tercepat yang memungkinkan perusahaan menjadi raksasa logistik dan bukan hanya pemain di industri ritel.

Push/Pull Strategy for Supply Chain Success : Gudang milik Amazon ditempatkan secara strategis, lebih dekat dengan area metropolitan dan pusat kota. Akibatnya, mereka bisa menggunakan strategi sirkulasi yang baik untuk produk yang disimpan di gudangnya (pure push) dan produk dari penjual pihak ketiga (pure pull).

Baca juga  Mengapa transformasi begitu sulit dicapai?

Amazon’s Warehouse Classes and Zones : Amazon menawarkan lebih dari 70 pusat fullfilment di A.S. dan memiliki lebih dari 90.000 karyawan tetap. Untuk memenuhi janji pengiriman yang semakin cepat, perusahaan telah menempatkan banyak gudang baru di dekat pasar kota lokal. Lokasi, ukuran, dan jumlah gudang merupakan faktor penting dalam kesuksesan supply chain di Amazon. Mereka membagi gudangnya menjadi lima area penyimpanan, yang mereka bagi berdasarkan jenis produk dan jumlah permintaan.

Warehouse Otomation : Pada tahun 2012, Amazon mengakuisisi Kiva System, penyedia solusi gudang otomatis dan robot. Dan pada tahun 2015, perusahaan itu namanya diganti menjadi Amazon Robotics. Robot Amazon ini dapat memilih dan mengemas tanpa memerlukan bantuan manusia, hal ini memungkinkan Amazon untuk menyelesaikan aktivitas gudang dengan sangat cepat. Selama bertahun-tahun, Amazon secara signifikan meningkatkan jumlah robot di gudangnya. Pada Januari 2017 lalu, Amazon memiliki lebih dari 45.000 robot gudang dan invasi robot ini masih terus berlanjut. Sementara Amazon meningkatkan penggunaan robot di gudangnya, peritel online lainnya masih terkesan lamban mengikuti.

Amazon’s Supply Chain Cost : Karena menjalankan skala ekonomi yang besar dan sebagai industri dengan strategi supply chain terdepan, Amazon mampu menjaga efisiensi biaya secara keseluruhan. Akibatnya, perusahaan lain dengan volume penjualan yang lebih rendah sulit bersaing dengan Amazon.

sumber : thebalance.com