Six Sigma adalah pendekatan yang berorientasi pada hasil untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan secara kritis, seperti mempengaruhi tanpa otoritas formal, membuat keputusan berdasarkan fakta, mengelola perubahan dan memimpin tim perbaikan.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas bagaimana Black Belts bisa menjadi pemimpin yang diandalkan perusahaan. Kali ini SHIFT akan membahas bagaimana cara mengintegrasikan Six Sigma ke dalam program pengembangan kepemimpinan.

Six Sigma memiliki sifat “self-financing” sejak Black Belts harus menyelesaikan proyek secara bottom-line. Laba atas investasi (pengembangan kepemimpinan) akan jauh lebih tinggi daripada banyak program yang lainnya. Ketika didukung seleksi ketat dan proses perencanaan karier, pengalaman Six Sigma Black Belt akan menjadi sarana hebat untuk mendapatkan talent pool perusahaan.

Bagaimana perusahaan mendapatkan semua manfaat di atas? Berikut adalah beberapa panduan untuk membantu Anda, para profesional bisnis :

  1. Select The Right Talent, untuk memastikan keberhasilan kepemimpinan sejak awal, berikan pelatihan Black Belt hanya untuk orang-orang yang dinilai sebagai pemimpin potensial yang baik. Black Belt harus menjadi orang terbaik di perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih karyawan berpotensi melalui proses identifikasi dan bahkan manajemen juga dipilih sebagai kandidat. Kualifikasi yang harus dimiliki seorang kandidat Black Belt adalah sebagai berikut:
  • Seorang self-starter yang dapat bekerja atas inisiatif mereka sendiri dengan pengawasan minim.
  • Mampu memimpin, melatih, menjadi mentor dan bekerja dalam tim.
  • Seorang komunikator yang efektif, di semua tingkatan.
  • Mampu bekerja secara efektif di berbagai level dalam organisasi.
  • Mampu mengoperasikan komputer dan kompeten di bidang matematika dan statistik dasar.
  • Enerjik, antusias dan memiliki hasrat untuk menjadi yang terbaik.
  1. Develop Clear and Promising Pathways, Black Belt yang ditunjuk harus tahu sejak awal bahwa tugas mereka hanya sementara, biasanya selama dua atau tiga tahun. Mereka harus diyakinkan bahwa, setelah periode ini, mereka dapat pindah ke posisi kepemimpinan yang menarik. Promosi yang menjanjikan membantu perusahaan dalam mempertahankan Black Belt yang baik.
  1. Provide Additional Training and Coaching, selain pengetahuan dan keterampilan yang didapat seorang Black Belt ketika bekerja sebagai agen perubahan, untuk menjadi pemimpin yang sukses, mereka juga membutuhkan kompetensi di bidang lain, seperti: developing and implementing strategy, financial planning and controlling, international organization development, performance management, marketing and sales effectiveness.

 

Baca juga  Lima Langkah Efektif Membangun Sistem Manajemen

sumber: isixsigma.com