Apakah perayaaan harbolnas tahun ini memberi Anda pengalaman baru dalam berbelanja? Apapun pengalaman yang Anda dapatkan, saat ini teknologi telah mengubah pendekatan pelanggan dalam bertransaksi.

Ketika Amazon dan Alibaba muncul, hampir tidak mungkin bagi bisnis kecil mengimbangi raksasa e-commerce ini. Mereka memiliki solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dunia digital saat ini. Mulai dari solusi pembayaran yang inovatif, hingga pengalaman belanja yang sepenuhnya baru, mereka berhasil mendaur ulang ritel, menciptakan pengalaman belanja dari perangkat apa pun, dimanapun dan kapanpun untuk pelanggan mereka.

Meskipun kondisinya demikian, pemain ritel kecil tidak perlu takut dengan perubahan oleh digitalisasi, AI, atau teknologi baru lainnya. Karena semua bisnis berinvestasi dalam teknologi ini. Apapun ukuran bisnisnya, semua memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing. Namun untuk memanfaatkan peluang ini, setiap bisnis harus memperhatikan tren yang akan muncul. Nah, berikut ini kami coba berikan beberapa prediksi tren dalam bisnis ritel sebagaimana kami rangkum dari entrepreneur :

  1. Bisnis lokal akan mencuri perhatian.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peritel terlihat kurang menarik bagi pelanggan dan sebaliknya pelanggan mulai tertarik pada segmen pasar tertentu. Bisnis akan tumbuh karena pengalaman unik yang mampu ditawarkannnya. Di era ini, bisnis dalam skala kecil sekalipun memiliki kesempatan untuk membuat lompatan eksponensial melewati pesaing mereka. Syaratnya adalah memanfaatkan teknologiy yang memungkinkan personalisasi lebih lanjut, tanpa harus melewati proses transformasi yang panjang dan rumit.

  1. Pembelian ponsel akan mendominasi penjualan.

Mengutip Marketing Land, konsumen menghabiskan lebih dari $ 4 miliar untuk perangkat seluler pada Black Friday dan Cyber ​​Monday; dan ini menjadi catatan paling bersejarah dalam penjualan ponsel. Pada tahun 2019, pergeseran belanja melalui seluler akan terus meningkat di sepanjang tahun, karena peritel juga semakin gesit membuat aplikasi sendiri untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang ramah seluler.

  1. Kepuasan instan akan mengatur keputusan konsumen.
Baca juga  Menjadi Pemimpin yang Agile

Karena jumlah saluran belanja terus berkembang, peritel yang inovatif akan mengidentifikasi dan menerapkan teknologi yang akan memuaskan pelanggan 24 jam selama 7 hari penuh, baik itu terjadi melalui perpesanan dalam aplikasi yang telah disesuaikan, respons otomatis hingga FAQ, atau analisis prediktif untuk memberikan rekomendasi melalui teknologi suara.

  1. Big data akan mendorong lebih banyak penjualan.

Dari pemasaran ke penjualan, big data akan memiliki peran yang signifikan. Sekitar 62 persen peritel, menurut IBM, menggunakan big data untuk membangun keunggulan kompetitif dalam bisnis. Selain  mengenali pola pelanggan, data juga memberi wawasan lelah terkait preferensi pelanggan dan kebiasaan berbelanja bagi para peritel. Ketika diaplikasikan bersama dengan AI, peritel dapat memahami apa keinginan pelanggan bahkan sebelum mereka memintanya.

  1. Bata dan adukan tradisional akan hilang untuk selamanya.

Konsumen tidak lagi pergi ke toko fisik untuk bertransaksi, mereka hanya akan pergi untuk mendapatkan pengalaman unik, cepat, dan efisien. Beberapa toko akan mulai meninggalkan inventaris besar dan akan mengandalkan teknologi untuk memberikan visibilitas lengkap dalam transaksi dan persediaan toko. Pelaku dalam bisnis ini juga harus menguasai rantai pasok.

Tidak bisa dihindari, teknologi akan terus menjadi tantangan bagi dunia ritel di 2019. Peritel kecil harus bertindak cepat dan segera melakukan penyesuaian teknologi sehingga mereka bisa ikut menikmati pergeseran tren bisnis dan mengubah perilaku pelanggan. Ya, tahun baru di depan mata. Apakah bisnis Anda siap?