Awal pekan ini, General Motors mengumumkan rencananya untuk mem-PHK lebih dari 14.000 karyawan di Amerika Utara. Pemecatan ini sebagai strategi perusahaan untuk menghadapi perubahan kondisi pasar dan preferensi pelanggan untuk sukses jangka panjang.

PHK secara tidak langsung dapat berdampak pada bisnis lokal di sekitarnya, memicu efek riak ekonomi yang berdampak negatif bagi masyarakat oleh karena itu beberapa saat setelah pengumuman ini dikeluarkan Presiden AS Donald Trump dengan cepat mengancam akan menghilangkan yang diterima GM untuk kendaraan listriknya dan mungkin akan memberlakukan tarif bagi perusahaan.

Pertanyaannya, Apakah PHK ini diperlukan? Persepsi yang ada saat ini mengatakan bahwa PHK menandakan sebuah perusahaan sedang mengalami kesulitan. Tetapi yang terjadi di GM sebaliknya, operasi GM berkinerja baik dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, GM meraup $ 10,7 miliar dari pendapatan operasional, naik dari $ 10,6 miliar pada 2016 dan $ 7,9 miliar pada 2015. Arus kas dari aktivitas operasi pada 2017 adalah $ 17 miliar. Jadi mengapa dilakukan PHK dan mengapa harus sekarang?

Dalam sebuah artikel yang dirilis Forbes, CEO GM Mary Barra, mengatakan bahwa untuk menghadapi masa depan yang sulit diperlukan pilihan-pilihan strategis. Menurutnya, terkadang harus menjadi semakin buruk sebelum menjadi lebih baik.  Sementara cara terbaik untuk menilai PHK sebagai keputusan strategis adalah dengan memahami keadaan internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan. Berikut penjelasannya:

Dinamika Pasar

Pasar mobil telah berubah drastis selama dekade terakhir. Preferensi pelanggan mempengaruhi bisnis ini, Tesla memiliki peran dramatis dalam mengubah preferensi pelanggan terhadap kendaraan listrik. Kehadiran Tesla seakan memaksa pemain lain seperti GM untuk masuk dalam permainan ini.¬† Sebuah prediksi menyebutkan “penjualan kendaraan listrik meningkat dari 1,1 juta di seluruh dunia pada 2017, menjadi 11 juta pada 2025 dan kemudian melonjak menjadi 30 juta pada 2030 karena mereka menjadi lebih murah daripada mobil mesin pembakaran internal (ICE).” Diperkirakan bahwa dalam 20 tahun, pada tahun 2040, kendaraan listrik akan menjadi 55% dari semua penjualan mobil baru.

Baca juga  AirAsia Sabet Gelar Maskapai Terbaik Dunia di Kelas LCC

Persaingan: Kompetisi, tidak hanya dari produsen mobil. Kehadiran Uber dan Lift telah mengubah preferensi seseorang terhadap kepemilikian mobil. Mobil tanpa pengemudi kemudian menjadi ancaman lain. Kedua hal ini merupakan ancaman tak terduga bagi pembuat mobil AS.

Dinamika Perusahaan

Agar tetap kompetitif, pembuat mobil seperti GM harus mengatasi dinamika pasar yang berubah. Ini adalah pilihan strategis untuk menghentikan produksi sedan dan sebaliknya memprioritaskan mobil yang cocok dengan preferensi pelanggan seperti kendaraan listrik dan SUV serta kendaraan crossover. Agar efektif, perusahaan perlu melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Transform Product Development, yaitu fokus pada kendaraan listrik dan teknologi mengemudi otonom;
  • Mengoptimalkan Portofolio Produk, yaitu untuk memperlancar jumlah model yang dihasilkannya;
  • Meningkatkan Pemanfaatan Kapasitas, yaitu memprioritaskan plant sehingga beroperasi dengan kapasitas penuh;
  • Transformasi Staf, yaitu membangun keahlian yang tepat untuk produk yang telah diprioritaskan .