Tanggung jawab yang dibebankan kepada kita tidak mungkin berkurang dalam waktu dekat. Dengan kata lain, ketika karir kita menanjak kita selalu diharapkan untuk melakukan dan menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Untuk itu, kita perlu mengambil langkah proaktif dan berpikir sistematis.

Ketika Anda memikirkan kata strategi mungkin Anda akan langsung membayangkan barisan tentara. Namun, tidak seperti itu ya Excellent people. Strategi sebenarnya tidak lebih dari memikirkan beberapa langkah ke depan. Misal, ketika Anda akan membuat acara maka Anda harus membuat perencanaannya. Dalam dunia kerja, pemikiran strategis ini harus kita jaga setiap hari untuk menyikapi segala perubahan. Berpikir strategis bukan hanya tentang menyelesaikan masalah hari ini, tetapi ini lebih pada perencaan yang terstruktur untuk memastikan bahwa masalah tidak akan terulang lagi.

Berpikir strategis juga bukan berarti Anda harus mengantisipasi segala sesuatu dalam waktu yang tidak terbatas, sebaliknya Anda diharuskan menggunakan kerangka waktu untuk mengetahui apa yang harus terjadi hari ini, besok, dan mungkin lima tahun dari hari ini, dengan demikian Anda dapat menyesuaikan agenda Anda sesuai dengan kondisi aktual saat ini.

Bagian dari keterampilan

Sebagai seorang pemimpin, selain bertanggung jawab untuk mengembangkan diri, Anda juga bertanggungjawab untuk membangun keterampilan orang-orang di tim Anda .

Nah, jika Anda ingin memiliki tim yang berpikir strategis Anda bisa memulai dengan cara berikut :

  1. Dorong karyawan merencanakan pekerjaan secara strategis

Ajak tim Anda untuk berdiskusi bersama setidaknya 15 menit di setiap awal minggu untuk memikirkan apa yang perlu mereka kerjakan dalam lima hari ke depan, dorong mereka untuk membuat timeline pekerjaan. Ketika rencana pekerjaan dan tanggung jawab mingguan lancar maka mereka akan mampu membuat perencanaan bulanan, triwulanan, dan seterusnya.

Baca juga  Lakukan 5 Langkah Ini Saat Punya Ide Bisnis

2. Kenalkan pentingnya pembelajaran yang berkelanjutan

Berikan informasi terbaru yang sifatnya konstektual kepada tim Anda, termasuk perkembangan di industri Anda dan ekonomi nasional. Selalu ingat bahwa anggota tim Anda tidak dapat terlibat dalam strategi kecuali Anda membagikan apa yang Anda ketahui kepada mereka. Buatlah program pembelajaran yang berkelanjutan untuk mendorong karyawan mau mempertahankan dan menambah pengetahuan mereka sehingga bisa memberikan input yang tepat sasaran dan mampu membuat rencana yang strategis. Selain itu dampingi mereka, karena ini adalah transisi maka pastikan setiap orang di tim Anda memahami dengan jelas apa peran mereka di organisasi dan bagaimana melakukan yang terbaik menggunakan perencanaan strategis.

3. Menjadikannya sebagai budaya

Anda harus meluangkan lebih banyak waktu untuk melatih karyawan (sebagai pemilik proses) untuk berbicara tentang bagaimana mengantisipasi masalah dan peluang. Tunjukkan penghargaan Anda kepada para pemikir strategis yang berhasil mengidentifikasi masalah dan memobilisasi solusi.

Sumber: HBR, Forbes