Para eksekutif perlu segera memahami bagaimana IoT dapat mendorong strategi dan menghasilkan ROI (return on investment) yang nyata. Berikut tiga langkah untuk melakukannya.

Survei demi survei menunjukkan bahwa perusahaan menilai Internet of Things (IoT) sebagai teknologi baru yang penting bagi masa depan bisnis mereka dan layak menjadi investasi strategis.

Namun, perusahaan harus berhati-hati untuk menghindari sindrom ketertarikan pada objek baru (teknologi)daripada masalah yang dipecahkannya. Dan yang terpenting dalam IoT adalah bagaimana mereka akan mendapatkan laba atas investasi yang dilakukan dan menghasilkan bisnis yang berkelanjutan.

Seperti teknologi baru lainnya, ketika perusahaan mengawali perjalanan IoT, mereka haru memahami dan menangani secara menyeluruh setiap permasalahan bisnis mereka. Ini sangat penting untuk melihat bagaimana IoT dapat membantu organisasi mencapai tujuan strategis, seperti meningkatkan visibilitas sistem operasi, meningkatkan pengalaman pelanggan, memungkinkan model bisnis baru ataupun  mendorong pertumbuhan pendapatan. Hasil bisnis dan perjalanan pelanggan yang diinginkan juga  harus mendukung seluruh proses IoT.

98% responden yang disurvei McKinsey melaporkan bahwa inisiatif IoT di perusahaan penting bagi peta jalan strategis dalam industri mereka – sayangnya itu masih merupakan teknologi yang relatif baru bagi sebagian besar perusahaan, sehingga manfaatnya tidak dipahami dengan baik. Agar IoT berjalan sukses, sangat penting bagi perusahaan untuk membangun kesadaran para eksekutif tentang bagaimana IoT dapat mendorong dan mewujudkan tujuan strategis perusahaan. Komunikasi perlu dilakukan oleh pemimpin IoT dengan manajemen ekseskutif, dalam hal berbagi pemahaman tentang gambaran besar investasi ini. Jika pemimpin IoT gagal memvalidasi rencana IoT ke tingkat bisnis akan menyebabkan mereka gagal mendapatkan sponsor padahal agar proyek sukses dibutuhkan sponsor.

Berikut tiga langkah utama yang dapat Anda lakukan untuk sukses menjalankan IoT di perusahaan:

  1. Fokus pada monetisasi dan laba atas investasi.

Banyak organisasi yang ingin mengambil inisiatif IoT tetapi tidak memahami manfaatnya dengan jelas. Menunjukkan bagaimana investasi IoT dapat membawa pertumbuhan pendapatan dan penghematan biaya merupakan cara terbaik untuk mendapatkan dukungan untuk memvalidasi inisiatif IoT. Misalnya, menunjukkan bagaimana IoT dapat digunakan untuk mengurangi downtime sehingga biaya bisa ditekan.

Dengan menunjukkan bagaimana IoT dapat menciptakan berbagai peluang baru untuk meningkatkan layanan, menambah wawasan bisnis baru dan menumbuhkan pasar baru, perusahaan dapat menarik korelasi antara teknologi baru ini dan hasil ROI yang diinginkan.

  1. Mulai dengan konsep yang telah teruji

Perusahaan harus membuat prototype sebagai pilot proyek baru dengan hasil yang dapat diukur dari awal untuk menilai hasil. Keberhasilan dan nilai pada inisiatif awal ini dapat digunakan perusahaan sebagai dasar acuan untuk strategi IoT yang akan dikembangkan sehingga bisa memberikan hasil yang aktual.

  1. Siapkan SDM dengan kompetensi yang memadai

Keberhasilan IoT bergantung pada kemampuan yang tepat dan diperlukan untuk mewujudkannya. Perusahaan menghadapi tantangan besar dalam merekrut karyawan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan IoT. Keterampilan tersebut meliputi data visualization, artificial intelligence,  machine learning dan security.

Keterampilan IoT ini harus menjadi fokus perusahaan dalam merekrut dan melatih karyawan. Perusahaan perlu menyadari bahwa keterampilan ini menjadi sama penting dan strategis seperti halnya kemajuan IoT itu sendiri, dah harus direncanakan mulai sekarang.   Jika tidak, meskipun IoT digunakan, perusahaan tetap tidak kompetitif. .

Tiga langkah di atas, dapat memastikan Anda mendapatkan potensi besar IoT secara menyeluruh dan bisnis yang  berkelanjutan dan sukses di masa depan.

 

sumber : industryweek.com