Awalnya, metode Six Sigma dianggap tidak sesuai dengan bidang pendidikan. Namun sekarang berhasil membuat perbaikan tak terduga di bidang pendidikan. Bagaimana bisa?

Six Sigma memang telah banyak dan membuat perubahan manakjubkan untuk industri manufaktur, layanan dan perawatan kesehatan. Namun untuk pendidikan, dianggap tidak sesuai karena bidang ini tidak memiliki standar metodologi Six Sigma standar seperti peralatan produksi, pendapatan dan pengeluaran yang nyata dan inventarisasi.

Sektor pendidikan juga dikenal dengan faktor manusianya yang tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Aspek pendidikan mencakup pembelajaran dan kinerja individu dan kepuasan siswa dinilai tidak pas dengan metodologi Six Sigma yang berbasis statistik dan terkontrol ketat. Lantas mengapa akhirnya Six Sigma diterapkan pada bidang pendidikan?

Inilah Mengapa Pendidikan Butuh Six Sigma

Faktanya di lapangan, banyak kegiatan yang masuk dalam penyediaan pendidikan adalah proses berulang yang dapat memanfaatkan penerapan prinsip Six Sigma. Sama seperti Six Sigma, pendidikan sangat fokus untuk mendapatkan suara dari klien (siswa) dan memperbaiki proses untuk memenuhi kebutuhan klien.

Masuknya Six Sigma dalam dunia pendidikan ini menjawab kebutuhan akan efisiensi yang lebih besar, yang disebabkan oleh sejumlah faktor:

  1. Peningkatan biaya kuliah di pendidikan tinggi telah membuat siswa dan orang tua mengharapkan hasil yang sangat baik yang diberikan oleh sebuah sekolah.
  2. Tekanan pemerintah terhadap sekolah dasar dan menengah untuk meningkatkan kinerja siswa meningkat.
  3. Persaingan global yang ketat membuatnya penting bagi siswa untuk berprestasi secara akademis.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua bagian dari bidang pendidikan adalah sama. Beberapa mungkin bisa lebih sesuai dengan prinsip Six Sigma, namun bagian lainnya kurang. Tiga bidang utama dalam pendidikan yang bisa diintervensi dengan metode Six Sigma antara lain:

1. Bagian Administrasi

Sistem pendidikan diselenggarakan bersama oleh proses yang harus berjalan lancar dan berinteraksi secara efisien. Prinsip Six Sigma dapat mengurangi varians dalam proses penting ini: penerimaan, teknologi informasi, sertifikasi, administrasi hibah, administrasi perbaikan dan pemeliharaan dan pemesanan pembelian.

2. Bagian Pendaftaran

Sebelum pendidikan dapat dilakukan, siswa harus terdaftar dan ditempatkan di kelas. Six Sigma cocok untuk mengatasi salah satu ketidaknyamanan terbesar dalam proses pendidikan – waktu untuk menyelesaikan pendaftaran pendidikan tinggi. Memperlancar proses pendaftaran dapat menyebabkan kepuasan siswa lebih besar dari awal.

3. Bagian Akademis

Six Sigma dapat berperan aktif dalam meningkatkan dedikasi dalam benak siswa. Dari menciptakan sebuah proses, untuk memilih anggota fakultas yang tepat, dengan menggunakan tolok ukur untuk mengidentifikasi dan menerapkan praktik terbaik dari institusi lain, metodologi Six Sigma dapat mengubah kualitas pembelajaran di kelas.

Kini jelas terbukti bahwa Six Sigma dapat membantu memperbaiki proses yang membentuk bidang pendidikan. Karena orang tua, pelajar, pemerintah, dan kondisi ekonomi global terus memberi tekanan lebih pada peningkatan pendidikan, sementara institusi pendidikan bisa lebih mengandalkan metodologi Six Sigma.

Baca juga  Kenapa Perusahaan Otomotif Masuk Ride Sharing?