Umumnya perusahaan membutuhkan perbaikan proses bisnis lantaran output produk atau layanan kurang kompetitif akibat biaya operasional yang masih tinggi. Di sisi lain perusahaan juga melakukan perbaikan di level system dan people untuk mewujudkan target atau goals organisasi. Meski biaya operasional tak berkendala terhadap product availability, perusahaan tetap konsisten melakukan improvement.

Perusahaan membuat perbaikan supaya bisnis berjalan lebih efisien, dan tetap melakukan improvement saat berhasil memimpin pasar. Sekilas terdapat dua level strategi yang dilaksanakan perusahaan pada dua jenis tujuan utama: bisnis dan strategis. Potret perusahaan yang konsisten melakukan strategi pengembangan bisnis yang merefleksikan dua tujuan kunci tersebut: Samsung Electronic.

Perusahaan asal Korea Selatan itu mampu menggeser dominasi Motorola yang menguasai 60 persen pasar domestik. Lee Byung-chull pada 1938 mendirikan Samsung Electronik sebagai bagian dari Samsung Group, perusahaan dagang. Diversifikasi produk menjadi kata kunci mewujudkan strategi bisnis.

Selain bergerak di industri elektronika di bawah bendera Samsung Electric Industries pada akhir 1960an, sebelumnya Samsung juga bergerak di bidang makanan, tekstil, asuransi, sekuritas serta ritel. Industri konstruksi dan pembuatan kapal nampaknya tak lolos dari tentakel perusahaan yang terus menyapu pasar pada pertengahan 1970an.

Samsung berinvestasi di bidang pengembangan riset untuk menyaingi dominasi Motorola di pasar Korsel. Pun, membangun 24 pusat R & D di penjuru dunia. Belanja riset dan pengembangan Samsung pada 2012 mencapai USD9 Miliar, sama dengan jumlah yang dikucurkan Microsoft, melampaui investasi Apple yang hanya USD2,4 Miliar. Langkah akuisisi 40 persen saham perusahaan pembuat komputer pribadi asal Amerika Serikat, AST Research, menjadi strategi bisnis yang manjur untuk pengembangan produk-produk Samsung di masa yang akan datang.

Prestasi menggembirakan berhasil diwujudkan melalui kesuksesan penjualan 25 juta smartphone per bulan sepanjang 2013. Samsung berhasil menciptakan produk terdepan, memikat konsumen. Strategi menjadi sponsor berbagai event olahraga adalah bagian mewujudkan tujuan kunci perusahaan.

Baca juga  Pengalaman Berharga Mengikuti OPEXCON Project Competition

Di dalam Manajemen Lean Six Sigma, dikenal dua tujuan kunci yang menjadi poros perbaikan atau improvement perusahaan. Pertama tujuan bisnis, yaitu tujuan yang harus secara rutin dikejar dalam organisasi dan kedua, tujuan strategis, sebagai tujuan yang harus diselesaikan untuk mengejar strategi pimpinan organisasi. Untuk membedakan pemahaman kedua tujuan itu, misalnya menerapkan manajemen metode Six Sigma dalam menjalani bisnis adalah tujuan bisnis, sedangkan setiap tujuan dari level apa saja dalam organisasi yang mempromosi manajemen six sigma adalah tujuan strategis.

Dalam organisasi secara umum terdapat sejumlah kategori tujuan kunci:
1.Tujuan Kunci Keuangan: termasuk keinginan memperoleh laba lebih, pangsa pasar, dominasi dan pertumbuhan, juga keinginan lebih sedikit pemborosan, turnover, kerugian keuangan
2.Tujuan Kunci perbaikan proses:
Keinginan manajemen untuk konsisten dan keseragaman output.
Produktivitas tinggi.
Produk, pelayanan dan proses yang melebihi kebutuhan dan keinginan stakeholder sekarang dan ke depan.
Produk, pelayanan dan proses yang mudah dibuat dan biaya rendah.
Produk dan pelayanan yang sesuai spesifikasi teknis.
Produk dan pelayanan yang tak mendatangkan biaya penjaminan.
Produk yang mudah didistribusikan di seluruh kanal distribusi.
3.Empat tipe tujuan kunci pemuasan pelanggan:
Hasil yang diinginkan pelanggan. Contoh: keamanan, waktu pribadi, kesehatan, dll.
Hasil yang tak diinginkan pelanggan. Contoh: pengelakan pajak, frustasi, pemborosan waktu, dll.
Atribut produk dan pelayanan yang diinginakan pelanggan, contoh: mudah pakai, biaya rendah, tahan lama, menarik, dll.
Karakteristik proses yang diinginkan pelanggan, contoh: kemudahan akuisisi, tanpa waktu tunggu, produk tepat waktu, dll.
4.Kunci objektif pengembangan dan pertumbuhan karyawan:
Memperbaiki skill kepemimpinan.
Menyediakan kesempatan pelatihan.
Menyediakan kesempatan pendidikan.
Menciptakan kesempatan kerja pada simulasi penugasan khusus.

Dua tujuan kunci Six Sigma menempatkan perbaikan atau improvement ke dalam rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang perusahaan. Sebagai tools, Six Sigma membantu perusahaan atau organisasi bisnis mewujudkan visi perusahaan melalui perbaikan rutin, terus-menerus dan perbaikan yang menjadi target utama. []