Kaizen atau yang lebih kita kenal dengan perbaikan berkelanjutan merupakan aktivitas perusahaan untuk memperbaiki organisasinya. Kepercayaan perusahaan terhadap Kaizen muncul setelah mereka mulai menyadari bahwa bertahan dengan pilihan yang sama tidak akan mengubah kondisi perusahaan, padahal selalu ada pilihan yang lebih baik yang bisa membuat perusahaan lebih kompetitif. Kaizen ini dilakukan dengan melibatkan semua orang, menghubungkan peran dan partisipasi satu sama lain sehingga produktivitas meningkat. Tingkat partisipasi dan capaian produktivitas inilah yang menjadi daya tarik bagi perusahaan untuk menjalankan Kaizen.

Keterlibatan karyawan dalam proses Kaizen menandakan bahwa semua karyawan mampu memberdayakan dirinya sehingga menciptakan ekosistem yang efektif. Mereka mampu menerapkan nilai atau prinsip utama Kaizen pada saat bekerja. Prinsip utama tersebut adalah: berfikir secara sistematis, berorientasi pada proses, tidak menyalahkan tetapi mencari inti permasalahan.

Berfikir secara sistematis, manusia Kaizen selalu mempunyai daya analisis yang tinggi. Mampu mengidentifikasi masalah. Menerima setiap kritik dan mengolahnya menjadi sarana perubahan menuju hal yang lebih baik.

Berorientasi pada proses, manusia Kaizen selalu mempunyai motivasi yang kuat untuk terus belajar, menghadapi gempuran masalah dan kemudian mencari jalan keluarnya. Tidak berhenti di satu titik, tapi terus bergerak.

[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Tidak menyalahkan tetapi mencari inti permasalahan, menyalahkan tidak akan mampu menyelesaikan masalah. Manusia Kaizen selalu berusaha memanfaatkan permasalahan menjadi peluang perbaikan. Dengan prinsip “don’t blame the people, blame the process” menjadikan karyawan selalu berani melakukan perubahan.

Karyawan tidak begitu saja menjadi manusia Kaizen, mereka perlu mendapat motivasi dan kesempatan dari perusahaan. Motivasi dibangun melalui dua cara yaitu internal dan eksternal. Motivasi internal terbentuk dari dalam diri karyawan itu sendiri, satu kesadaran yang muncul sehingga tanpa suatu dorongan atau paksaan mereka bisa bekerja optimal dan motivasi eksternal yaitu suatu rangsangan yang diberikan oleh perusahaan contohnya melalui pemberian bonus dan kenaikan gaji. Sedangkan kesempatan merupakan suatu keadaan yang memungkinkan seseorang untuk menyampaikan ide yang mereka miliki pada waktu dan tempat yang tepat.

Baca juga  Inovasi, Jawaban atas Tantangan Zaman

Sekali lagi bahwa keberhasilan Kaizen berorientasi pada manusia. Untuk menjadi perusahaan yang kompetitif, sudahkah Anda membangun Manusia Kaizen?