Ilustrasi: Phillippa Willitts/Flickr
Ilustrasi: Phillippa Willitts/Flickr

Untuk bisa membuat tim dan perusahaan anda mencapai goals yang diinginkan, bukan hanya sekedar menentukan apa yang paling dibutuhkan, tapi anda, sebagai manajer atau pemimpin tim juga harus membicarakan goals tersebut dengan jelas dan spesifik. Karena anda tidak bisa berasumsi bahwa semua orang yang terlibat di dalam tim anda akan paham bagaimana mengambil tindakan dari konsep yang sudah di buat.

Dengan menggunakan, apa yang para ilmuwan sebut motivasi “if-then”, anda bisa mengekspresikan apa yang anda inginkan dan mengimplementasi niat dari tim anda. Oleh karena itu, dengan cara ini anda secara signifikan bisa meningkatkan tindakan pelaksanaan untuk seluruh anggota tim.

Dikutip dari website Business Harvard Review yang telah mempelajari lebih dari 200 penelitian, mereka menyimpulkan bahwa sekitar 300% tim yang menerapkan rencana “if-then” ini cenderung berhasil mencapai goals tim mereka. Dan dari beberapa hasil studi baru-baru ini, juga mengindikasikan bahwa membuat rencana “if-then” dapat meningkatkan performa tim dengan mempertajam fokus tim dan mendorong para anggota tim untuk  saling bertukar informasi dan saling bekerjasama.

Dan inilah 3 tindakan efektif seperti dikutip dari hrb.org yang dapat membuat tim anda memiliki progres yang baik dalam mencapai tujuan :

  1. Mengatasi Hambatan dengan Tindakan

Peter Gollwitzer, seorang psikologi yang pertama kali mempelajari rencana if-then telah menjelaskan hal tesebut untuk menciptakan sebuah ‘instant habits’. Dimana instant habits ini dimaksudkan untuk membuat para karyawan terbiasa melakukan hal-hal yang harus mereka lakukan secara berulang, sehingga hal tersebut dengan sendirinya tertanam di pikiran para karyawan hingga menjadikannya sebuah kebiasaan.

Misal, anda meminta kepada para anggota tim untuk mengirimkan laporan kemajuan dari pekerjaan yang mereka lakukan secara mingguan, namun ternyata karyawan anda lalai dalam melakukan hal tersebut. Maka, rencana if-then nya adalah, anda meminta kepada anggota tim anda untuk mengirimkan laporan kemajuan tersebut setiap jam 2 siang di hari Jum’at.

Baca juga  5 Karakteristik Pemimpin Agile yang Perlu Kita Ketahui

Konsep if-then disini dimaksudkan untuk dapat membuat rangsangan di otak mereka agar secara langsung melakukan tindakan tersebut tanpa memerlukan perhatian khusus mereka.

 

  1. Segera Selesaikan Masalah yang Mengganggu Kinerja Tim

Dalam teorinya, sebuah tim itu harus menjadi pengambil keputusan yang lebih baik dibanding keputusan yang diambil secara individual, karena sebuah tim memiliki keuntungan dari beragamnya wawasan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing individu. Tapi, justru manajer jarang memanfaatkan kelebihan yang dimiliki setiap orang dalam tim. Dibanding menawarkan data yang unik dan wawasan, anggota tim terkadang malah fokus pada informasi yang sudah mereka miliki dari awal. Sebenarnya banyak kekuatan yang ada dalam sebuah tim, tapi kebanyakan dari anggota tim menginginkan hal yang cepat tanpa konflik dengan membatasi diskusi yang harusnya dapat membuat akrab semua anggota tim.

Untuk itu, penelitian dari J. Lukas Thurmer, Frank Wieber, dan Peter Gollwitzer yang dilakukan di University Konstanz menunjukkan bagaimana rencana if-then ini dapat meningkatkan pengambilan keputusan tingkat organisasi melalui pertukaran informasi dan kerjasama.

  1. Temukan Akar Penyebab Masalah dengan Terlibat Langsung ke dalam Tim

Penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Weiber, Thurmer, and Gollwitzer menunjukkan bahwa rencana if-then dapat membantu tim terhindar dari permasalahan yang sering terjadi, seperti memperbanyak sumber daya terus-menerus tanpa melihat keberhasilan dari program yang dilaksanakan. Banyak dari perusahaan sudah mengorbankan banyak waktu, upaya dan juga uang demi mendapatkan profitabilitas dari berbagai program yang mereka kerjakan. Namun, saat tim anda menyadari program yang dikerjakan gagal, maka semua sumber daya yang sudah diinvestasikan tadi bukanlah lagi menjadi masalah utama. Hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah membuat pilihan cerdas dari apa yang sudah anda investasikan, yaitu dengan fokus pada pengembangan kinerja tim.

Baca juga  Kesederhanaan Sekaligus Kekuatan Siklus PDCA yang Tersembunyi dan Jarang Disadari!

Libatkan juga pihak eksternal sebagai pengamat independen, agar tim anda mendapatkan objektivitas untuk melanjutkan komitmen dari keputusan yang sudah dibuat. Dengan kata lain, biarkan tim anda mengeksplor lebih banyak hal untuk membebaskan diri mereka melakukan yang terbaik dari keadaan saat ini. Dalam upaya menemukan akar masalah, siapkan juga sebuah rencana untuk hal yang tidak terduga.***