Lean Six Sigma Green Belt adalah salah satu bagian dari infrastruktur change agent dalam inisiatif Continuous Improvement dan proyek-proyek berbasis Lean Six Sigma. Untuk mendapatkan sertifikat Green Belt, seorang change agent harus mengikuti program sertifikasi khusus dan melalui ujian tersendiri untuk mendapatkan sertifikat. Umumnya program sertifikasi diselenggarakan oleh lembaga tertentu dan terdiri atas materi yang diberikan di kelas, lalu ujian, dan pengerjaan proyek oleh setiap peserta. Seperti ketika dahulu menghadapi ujian sekolah, ujian Green Belt memerlukan persiapan agar peserta tidak kesulitan ketika menjalankannya.

Berikut tiga trik sukses mengikuti ujian untuk mendapat sertifikasi Green Belt:

1. Pelajari Materi dengan Baik

  • Pelajari dan pahami body of knowledge Lean Six Sigma Green Belt untuk mengidentifikasi materi kuncinya.
  • Mungkin anda perlu membeli buku teks Lean Six Sigma agar mendapat gambaran lebih luas dari sumber-sumber lain.
  • Buatlah semacam kelompok belajar dengan sesama rekan yang mengikuti program sertifikasi, dan jadwalkan waktu-waktu dimana anda bisa duduk bersama dan membahas materi. Setiap waktu pertemuan, usahakan membahas paling tidak satu bagian materi dan dapatkan pemahaman yang utuh.
  • Bacalah setiap bagian materi sebelum memulai pertemuan dengan kelompok belajar dan tandai beberapa pertanyaan yang ingin didiskusikan dengan rekan-rekan.
  • Setiap orang yang ada dalam kelompok belajar harus rajin dan mampu menaati jadwal.
  • Pahami bagaimana memakai dan mengaplikasikan setiap tools dan konsep dalam satu bagian materi. Mungkin anda bisa melakukan hipotesa untuk kasus tertentu menggunakan tools yang tengah anda pelajari.
  • Pada akhir pembelajaran setiap bagian materi, buatlah rangkuman poin-poin penting dalam bagian materi tersebut.

2. Buatlah Alat Bantu Ujian

  • Tandai buku teks anda dengan memberikan keterangan kunci pada setiap bagian materi, atau pecahlah setiap fase dalam metode DMAIC dan tulis dengan kata-kata anda sendiri.
  • Buatlah buku panduan mini pribadi dengan menambahkan keterangan mengenai metode, tools, deskripsi singkat, nomor halaman pada buku teks yang anda anggap penting. Lebih baik membuat catatan ini dengan bahasa anda sendiri untuk membantu mengingat dengan lebih baik.
  • Tambahkan pada buku panduan anda ringkasan mengenai bagian dan sub-bagian dalam buku teks untuk setiap bagian materi yang anda pelajari.
  • Buku panduan pribadi anda harus sesuatu yang mudah dipahami oleh anda dan memberikan akses yang cepat kepada informasi yang sewaktu-waktu anda butuhkan. Buku ini masih bisa anda gunakan (dan anda masih bisa menambahkan catatan disana-sini) ketika telah menjalankan peran sebagai Green Belt kelak.
Baca juga  Wajib Tahu, Mengapa Kompetisi Inovasi Penting bagi Perusahaan?

3. Mempersiapkan Diri untuk Ujian

  • Finalisasi buku panduan mini anda (poin 2).
  • Cobalah melakukan studi kasus dengan kelompok belajar anda sekali lagi. Identifikasi semua jawaban yang benar ataupun tidak benar.
  • Identifikasi strategi menjawab pertanyaan yang cocok untuk anda, misalnya: (1) Review semua pertanyaan ketika anda mendapat lembar ujian, jawab semua yang bisa anda jawab, sisakan pertanyaan yang lebih sulit untuk anda jawab nanti, (2) Kerjakan soal “essay” terlebih dahulu dan sisihkan soal hitung-hitungan untuk anda kerjakan nanti, (3) dll.

Walaupun ujian untuk mendapatkan sertifikasi Green Belt tidak semudah yang dibayangkan, dengan persiapan yang matang, tentu anda bisa melewatinya dengan lebih mudah. Jangan lupa, setelah menjalani ujian, persiapkan diri anda (dan tim) untuk melaksanakan proyek Lean Six Sigma di perusahaan yang menjadi bagian dari persyaratan sertifikasi.

Silakan hubungi SSCX International untuk informasi lebih lanjut mengenai sertifikasi Green Belt.***