SHIFT SSCX 4 kunci keberhasilan COO

Ada dua cerita lama tentang jabatan Chief Operating Officer: seorang COO keluar pekerjaannya pindah dari perusahaan lama dan menjadi seorang Chief Executive Officer di perusahaan lain atau mendapat promosi jabatan di perusahaan saat ini.

Ada stigma yang muncul di dunia bisnis, mengatakan bahwa jabatan COO adalah sesuatu yang absurd, dan perusahaan yang memiliki COO dikatakan hanya menambah kompleksitas.Parahnya lagi, perusahaan tersebut dianggapceroboh dalam mengambil keputusan. Benarkah demikian? Jika kita mau melihat dan mencari tahu lebih jauh, kita akan menemukan fakta bahwa seorang COO memiliki peran krusial dalam organisasi. Pada artikel ini akan dibahas alasan bagi perusahaan untuk mengadakan atau tidak mengadakan jabatan COO, serta kunci agar peran COO bisa memberikan nilai tambah bagi operasional perusahaan.

4 Kunci Penting: Perlu COO atau Tidak?

Sama nyatanya dengan tantangan yang dihadapi pemimpin, kesuksesan seorang COO akan sangat terlihat dalam sekilas pandang. Namun pada prakteknya, sangat diperlukan disiplin yang luar biasa CEO agar efektifitas kerja COO dapat terjaga. Agar peran COO ini dapat terlihat jelas, ada empat persyaratan kunci yang harus terpenuhi, yaitu :(1)Alasan yang tepat di (2)waktu yang tepat,dimana(3) orang yang tepat mendapatkan(4)dukungan yang tepat. Triknya adalah memahami lika-liku terkait empat elemen tadi, yang satu sama lainnya harus saling mendukung. Intinya,buatlah rencana dari keempat elemen ini lalu lakukan aksi untuk mewujudkan rencana itu.

Dalam pelaksanaannya, yang paling sulit adalah mencari cara mengoptimalkan tiga hal: kandidat COO, persyaratan kerja, dan kesempatan yang ada. Ketiga ketiga hal tersebut terpenuhi dengan baik, perusahaan akan merasakan imbalan yang positif terkait investasinya. Ketika seorang COO gagal atau ketika perusahaan yang memiliki COO memiliki kinerja buruk, ketiga area itulah yang menjadi celah perbaikan.Jabatan COO menjadi unik karena dualisme peran: sebagai pemimpin sekaligus pengikut. Seorang COO memimpin eksekusi strategi perusahaan sekaligus menjadi sekutu kepercayaan CEO. Keunikan lainnya, COO memainkan peran kritikal dalam kesuksesan operasional dan kinerja perusahaan. Selain itu, tidak seperti C-level lainnya, peran COO bukanlah sesuatu yang umum di setiap perusahaan.  Karena keunikan-keunikan tersebut, seorang COO harus dibekali dengan beberapa pengetahuan yang menjadi kunci sukesnya.

Baca juga  Ikuti 5 Kaidah ini agar Problem Solvingmu Berhasil

Apa Saja Syarat Sukses COO?

Berdasarkan penelitian Nathan Bennet, Profesor Manajemen dari Universitas Georgia Tech, yang berkolaborasi dengan seorang pakar leadership, Stephen A. Miles, ada empat faktor yang sangat penting untuk kesuksesan peran COO. Ketika keempatnya terpenuhi, peran COO akan sangat powerful dan memberikan nilai berharga bagi efektifitas kepemimpinan di perusahaan. Sebaliknya, kunci kegagalan COO adalah pengingkaran dan ketidak-pedulian akan empat faktor ini:

Ada tujuh penilaian dalam bisnis yang bisa menggambarkan alasan penting mengadakan peran COO: (1) mengadakan peran pemimpin dari hari ke hari untuk bisnis dengan operasional yang intens, (2) untuk mengeksekusi inisiatif strategis yang spesifik, (3) mentor bagi CEO muda, (4) bertindak sebagai aset bagi CEO, (5) sebagai tandem CEO dalam memimpin perusahaan (6) melatih calon pimpinan operasional, (7) melengkapi peran eksekutif lainnya. Akan ada lebih dari satu alasan diatas dalam satu waktu, dan seiring perubahan di perusahaan, penilaian untuk posisi COO juga akan berubah.

Jika bicara perubahan, akan muncul pertanyaan: jika peran berkembang, mampukah COO ikut berkembang mengikutinya? Jika jawabannya tidak, apakah manajemen dan CEO memiliki rencana pengembangan yang akan memfasilitasi COO meneruskan pekerjaannya dengan baik?Atau apakah perusahaan tersebut akan mengikuti jejak Microsoft, yang terus berganti COO, mengikuti permintaan dan keperluan dari waktu ke waktu?

TIME – Waktu yang Tepat

Time memiliki tiga elemen. Pertama, kebutuhan akan COO telah dirasakan, dipikirkan, dikomunikasikan dan disetujui oleh para eksekutif dan stakeholder di perusahaan. Penerimaan menjadi hal yang penting, karena CEO harus siap memberi kepercayaan dan berbagi peran kepemimpinan.

“Jika CEO tidak mau berbagi kontrol kepemimpinan dan berbagi peran, maka itu adalah bencana bagi semua yang terlibat,” kata Carol Bartz, mantan CEO Autodesk dan Yahoo!.“Kadang, secara intelek, seorang CEO menyadari bahwa ia membutuhkan COO, namun tidak bisa berbagi peran operasional dengan eksekutif yang setara. Mereka tidak bisa menumbuhkan cukup kepercayaan.”

Baca juga  5 Karakteristik Pemimpin Agile yang Perlu Kita Ketahui

Karena itulah, perusahaan disarankan untuk meyakinkan CEO untuk menerima peran COO, pada tahap pengambilan keputusan paling awal. Jika mereka tidak cukup percaya diri dengan posisinya saat ini, mereka tidak akan siap untuk menerima orang lain untuk bersama-sama memimpin.

PERSON – Orang yang Tepat

Faktor theright person ini dapat dinilai dengan mempertimbangkan tiga elemen: (1) kecocokan antara CEO dan COO, (2)kecocokan antara kemampuan dan tuntutan pekerjaan, dan (3) kecocokan antara peluang karir COO yang ada dan tujuan karir dari kandidatnya.

Faktor pertama, kecocokan antara CEO dan COO mengacu pada beberapa hal. Pertama, dibutuhkan kecocokan interpersonal – dua orang eksekutif ini membutuhkan penghargaan mutualismedan rasa saling percaya, idealnya saling “menyukai” satu sama lain. Lebih lanjut, itu artinya dua orang eksekutif ini harus berbagi visi untuk masa depan perusahaan, dan bagaimana mereka memimpin kedepannya. Artinya, diperlukan kemampuan untuk saling melengkapi dari sisi pengetahuan, kemampuan, pengalaman dan preferensi keduanya.

SUPPORT – Dukungan yang Tepat

Dukungan merupakan faktor paling situasional dari tiga faktor lainnya. Kunci sukses seorang COO dalam melakukan pekerjaan adalah menjadi sesuatu yang ditargetkan perusahaan untuk mengisi posisi tersebut, kebutuhan yang muncul dalam masa jabatannya, serta kemampuan dan kecakapannya sendiri.Karena itulah, ada tiga elemen pendukung yang selalu penting untuk diingat. Pertama, sangat penting bagi CEO dan COO untuk berinvestasi mengembangkan dan mempererat hubungan mutualisme. Ketika menjabat wakil presiden di Heidrick & Stuggles, direktur ConAgra Foods, Inc. Joie Gregor pernah mengatakan, “menurut tebakan saya, pada saat-saat terburuknya, Michael Dell tidak akan mempertanyakan apakah Kevin Rollins telah menuntaskan pekerjaan rumahnya.” (Dell dan Rollins menjabat sebagai CEO Dell, Inc. pada waktu yang berbeda – red.)

Elemen penting kedua, CEO, COO, dewan komisaris, manajemen, dan semua orang di perusahaan harus memahami dengan jelas batasan antara tugas dan wewenang CEO dan COO. Sangat penting juga untuk tetap disiplin dalam batasan-batasan tersebut. Karena pada faktanya, banyak juga CEO yang tidak cukup disiplin dalam peran yang mereka mainkan..***RR/RW