Inovasi menjadi kebutuhan bisnis yang esensial bagi industri perbankan dan layanan finansial. Organisasi perlu segera menyesuaikan proses ideasi dan cara berinovasi, tetapi bagaimana caranya?

Perusahaan perbankan dan layanan keuangan terus berupaya menginternalisasi program perbaikan berkelanjutan (continuous improvement/ CI) guna meningkatkan operasi dan budaya inovasi untuk menciptakan pertumbuhan baru. Selain menggunakan metode populer yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi seperti Design Thinking, mereka juga gencar memanfaatkan teknologi sama halnya seperti industri lain.

Memiliki peluang sama besar, namun ada beberapa karakteristik unik yang hanya dimiliki oleh industri finansial ketika menyusun agenda CI. Bagi banyak perusahaan, keunikan ini pun menjadi tantangan tersendiri. Apa saja? Mengutip blog Kainexus, berikut adalah empat tantangan uniknya:

  1. Penilaian kualitas: sulit untuk menentukan parameter kualitas layanan di industri finansial karena transaksi yang dilakukan dengan pelanggan tidak berwujud.
  2. Waktu tunggu: pelanggan dapat mengalami waktu tunggu yang lama di waktu tertentu ketika sumber daya tidak dialokasikan dengan tepat.
  3. Inefisiensi proses: sebagai akibat pekerjaan yang sedang berjalan (WIP) mewakili keseluruhan waktu siklus.
  4. Pengerjaan ulang: banyak pekerjaan yang dilakukan secara berulang akibat ketidakakuratan data.

Ya, masih ada begitu banyak variasi dan pemborosan yang masih bisa dihilangkan jika organisasi finansial merangkul metode perbaikan proses. Bisnis bisa menjadi lebih cepat dan beroperasi dengan biaya yang lebih rendah dengan tingkat kesalahan yang juga menurun.

Mengapa perbaikan proses? Excellent people, proses merupakan aktualisasi dari strategi. Artinya, proses adalah cara-cara yang unik. Bagaimana perusahaan mencoba menciptakan produk yang berharga bagi pelanggan, semua itu tercermin dari proses yang berlangsung sehari-harinya.

Seberapa baik perusahaan melakukan suatu proses tentu akan berdampak langsung pada kepuasan dan loyalitas pelanggan mereka. Jadi jika Anda ingin benar-benar fokus pada strategi perusahaan, maka Anda perlu meningkatkan kinerja operasional dan terus membangun komunikasi yang baik dalam setiap proses yang berjalan.

Perbaikan proses = menghasilkan ide perbaikan/ inovasi

Dalam artikel SHIFT Indonesia disebutkan bahwa kemampuan menghasilkan ide dan solusi menjadi kunci inovasi organisasi. Untuk mencapai solusi yang benar-benar solutif, melakukan brainstorming atau ideasi secara efektif menjadi kuncinya.

Baca juga  Transformasi Hasilkan Prestasi, Ini Buktinya!

Namun ternyata ada banyak masalah di dalam ideasi itu sendiri, satu diantaranya adalah tidak berlangsung cukup lama. Biasanya aktivitas terhenti karena orang-orang kehabisan ide dan menjadi saling diam. Dalam kondisi ini pertemuan menjadi tidak efektif atau dengan kata lain pemborosan waktu tak bisa dihindari.

Padahal sejatinya, ideasi adalah teknik yang digunakan organisasi untuk melakukan pemecahan masalah dan menghasilkan ide (inovasi). Ini akan mendorong orang untuk mempertimbangkan semua kemungkinan dan menjadi kreatif dalam pekerjaan.

Karena itu, sudah saatnya kita menggunakan cara yang lebih efisien untuk mengakhiri pemborosan waktu ini dengan menerapkan metode ideasi yang baru. Dan kabar baiknya, kamu berkesempatan untuk mempelajari metode baru ini di webinar SSCX seri ketiga berjudul: The New Way of Ideation for Innovation, 7 Juni 2022. Kamu bisa daftar gratis di https://bit.ly/Webinar-0706.