Metode Six Sigma yang biasa diterapkan di industri kini menjadi metode yang umum ditemukan di rumah sakit dan instansi kesehatan lainnya. Bahkan, beberapa dari mereka berhasil mendapatkan hasil yang superior. Tiga diantaranya adalah rumah sakit ternama di Amerika Serikat – The Johns Hopkins Hospital, Mayo Clinic and New York-Presbyterian Hospital. Baru-baru ini, perwakilan dari ketiganya bersedia untuk berbagi tips dan pengalaman dalam menerapkan Six Sigma untuk memperoleh hasil maksimal.

Tujuan utama implementasi Six Sigma oleh ketiga rumah sakit tersebut adalah peningkatan aktivitas operational, dan tentu saja, layanan perawatan pasien mereka.  Fokusnya adalah kepuasan dan kesembuhan pasien.  Berikut adalah 5 tips dari ketiganya

1. Diagnosa Lingkungan Kerja Anda

Laura Winner, pemimpin program Six Sigma di Johns Hopkins menyarankan jika anda bekerja di sebuah rumah sakit akademik yang besar dan terdesentralisasi, anda perlu mencari tahu bagaimana cara menyikapi tantangan yang ada dan cara kerja seperti apa yang terbaik untuk anda.

2. Konsultasi dengan Para Ahli

Master Black Belt Mary Cramer mengatakan salah satu kesuksesan dari New York-Presbyterian, termasuk proyek yang secara signifikan mengurangi variasi pekerjaan yang selama ini menjadi permasalahan di dalam organisasi mereka. Keberhasilan upaya ini adalah karena mereka melibatkan para ahli untuk setiap area tertentu dalam proyek ini. “Six Sigma berpatokan pada data dan bukti-bukti,” jelas Cramer.

3. Jangan Berorientasi pada Uang

“Jangan menerapkan metode ini agar anda bisa menghemat biaya yang dikeluarkan,” kata Richard Hill, salah satu change agent di Johns Hopkins. Para profesional di industri kesehatan termotivasi pada isu-isu keamanan dan keselamatan pasien serta menyediakan layanan pasien yang berkualitas, bukan masalah uang.

4. Terapkan dengan Tools yang Tepat

“Anda bisa saja menggunakan stetoskop untuk menyangga tulang yang patah,” ujar Todd Billie, planning analyst di Mayo Clinic. “Namun sebaiknya anda menggunakannya untuk mendengarkan detak jantung. Anda harus memiliki fleksibilitas untuk menggunakan tool perbaikan di waktu yang tepat.”

Mayo Clinic mengombinasikan beberapa elemen dari metode Six Sigma, Lean dan metodologi lainnya untuk menciptakan program mereka sendiri, yang disebut Mayo Quality Academy. Penggunaan program ini pada sesi pelatihan mampu membuat para staf mengurangi waktu layanan pasien dari 45 hari menjadi 3 hari.

5. Praktekan Bedside Manner Anda

Winner mengatakan bahwa penting untuk anda menjelaskan kepada para staf rumah sakit kalau waktu yang mereka lalui selama proses perbaikan melalui program Lean Sigma tidak berarti ada pengurangan karyawan. “Anda harus bisa meyakinkan para staf rumah sakit bahwa tujuan penerapan program ini adalah untuk menemukan aktivitas yang memiliki nilai tambah,” jelas Winner.***RR/RW

Sumber : iSixSigma Magazine (“Healing Healthcare,” January/February 2008)