SHIFT SSCX stress di tempat kerja x

Karyawan yang produktif adalah aset tak terhingga bagi perusahaan. Namun seringkali, tingkat stres yang tinggi di tempat kerja malah menyebabkan produktivitas karyawan menurun. Selain produktivitas kerja, stres juga berdampak pada kualitas interaksi dengan orang lain. Hasilnya, selain mempengaruhi mood bekerja para kolega, seorang karyawan yang sedang stres akan mengacaukan kemampuan kerja tim yang telah susah payah dibangun.

Jika anda sebagai karyawan merasa beban kerja mulai membuat anda kesulitan, mungkin saja anda tengah mengalami stres. Anda memang tidak dapat mengendalikan segala sesuatu di lingkungan kerja, tapi itu tidak berarti bahwa anda tidak berdaya. Selain membicarakannya dengan atasan, ada beberapa tips yang bisa anda praktekkan untuk mengelola stres dalam pekerjaan:

Tips 1: Kenali Tanda Stres yang Tak Wajar

Ketika merasa kewalahan di tempat kerja, anda bisa kehilangan kepercayaan diri dan dapat menjadi mudah marah. Hal ini dapat membuat kita kurang produktif dan kurang efektif dalam pekerjaan, dan membuat hasil pekerjaan kurang bermanfaat. Jika anda mengabaikan tanda-tanda ini, mungkin masalah yang lebih besar dapat terjadi. Selain mengganggu kinerja, stres kronis atau intens juga bisa menyebabkan masalah kesehatan fisik dan emosional.

Tips 2: Kurangi Stres dengan Memanjakan Diri

Jika anda mulai sulit melakukan pekerjaan yang biasanya mudah, atau merasa enggan menghadapi pekerjaan, itu tandanya anda sedang jenuh. Jangan dibiarkan. Mulailah dengan memperhatikan kesehatan fisik dan emosional yang karena kesibukan selama ini sering terabaikan. Merawat diri sendiri tidak memerlukan perbaikan gaya hidup secara total. Bahkan hal-hal kecil dapat mengangkat suasana hati, meningkatkan energi. Bisa dilakukan dengan mengambil cuti untuk berlibur, makan makanan yang lebih sehat, berolahraga, mendapatkan perawatan spa, atau sekedar membaca buku bagus diiringi musik favorit.

Baca juga  5 Karakteristik Pemimpin Agile yang Perlu Kita Ketahui

Tips 3: Kurangi Stres dengan Menyusun Prioritas

Ketika stres pekerjaan mengancam, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diambil untuk mendapatkan kembali kontrol terhadap situasi dan diri sendiri, salah satunya adalan menetapkan prioritas pekerjaan. Mungkin saja selama ini anda terlalu sibuk mengurus hal-hal kecil yang kurang penting sehingga merasa kewalahan. Tentukan prioritas, lalu delegasikan hal-hal yang mungkin didelegasikan. Selesaikan lebih dulu hal-hal terpenting yang berpotensi menyebabkan stres terbesar. Ketika hal-hal besar ini sudah rampung dengan tepat waktu (atau mungkin sebelum tenggat waktu), stres akan jauh berkurang.

Tips 4: Kurangi Stres Kerja dengan Meningkatkan EQ

EQ atau Emotional Quotient (kecerdasan emosional) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Semakin tinggi EQ seseorang, akan semakin baik juga kemampuannya dalam mengelola stres. Bahkan jika Anda berada dalam lingkungan pekerjaan dengan tingkat stres tinggi, snda dapat mempertahankan kontrol diri dan kepercayaan diri yang besar dengan melatih EQ. Carilah referensi mengenai latihan peningkatan EQ dan mulai praktekkan.

Tips 5: Bicarakan dengan Atasan

Jika stres yang anda rasakan terkait beban kerja dan tanggung jawab yang kurang adil atau masuk akal, segera bicarakan dengan atasan. Komunikasikan setiap hambatan dan ketidak-nyamanan dalam pekerjaan dengan atasan agar anda tidak dinilai berkinerja buruk. Diskusi dengan atasan akan memunculkan solusi yang bisa diterima kedua belah pihak, dan mungkin ia bisa memberikan keputusan yang akan memudahkan anda mengeksekusi pekerjaan.

Tips 6: Kurangi Stres dengan Menghentikan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk seperti menunda pekerjaan atau tidak membuat to do list akan menyebabkan stres akibat tumpukan pekerjaan yang tak kunjung habis. Coba tanyakan pada diri anda, adakah kebiasaan buruk atau sikap negatif yang membuat anda kewalahan sendiri dengan pekerjaan. Kini saatnya mengambil tanggung jawab untuk kesehatan fisik dan emosional anda sendiri dan jadikan ini sebagai motivasi. Selain itu, pelajari juga keterampilan komunikasi yang lebih baik untuk meningkatkan hubungan dengan manajemen dan rekan kerja.***RW

Baca juga  6 Langkah Lakukan Improvement dengan Metode Lean

Dari berbagai sumber.