Berbicara tentang inovasi tentu tidak akan jauh dari budaya perusahaan. Untuk mampu memunculkan suatu inovasi karyawan membutuhkan budaya perusahaan yang mendukung. Namun pada umumnya banyak karyawan yang masih merasa terbebani dengan budaya tersebut, sehingga menghambat fikiran mereka untuk berinovasi. Padahal dalam manufaktur Inovasi adalah DNA. Sangat penting membangun budaya inovasi untuk bisa mempertahankan masa depan perusahaan.

Inovasi akan muncul dengan sendirinya apabila budaya perusahaan benar, bukan lagi sekedar aksesori. Budaya organisasi yang terbuka akan menjadikan karyawan tidak terbebani dalam menjalankan tugasnya, bisa berkonsentrasi penuh dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Setiap karyawan merasa bebas dan senang dalam bekerja, melakukan pekerjaan dengan santai namun tetap sesuai dengan misi perusahaan.

Melihat inovasi sebagai kebutuhan dalam perusahaan. Inovasi adalah suatu proses yang berkelanjutan dan harus terus dilakukan. Perusahaan tidak boleh berhenti untuk terus berproses, sehingga diperlukan adanya pengembangan Budaya Inovasi. Menurut Mike Walton, Global Head of Manufacturing Industry Google ada 9 cara untuk mempertahankan inovasi di perusahaan. Berikut caranya:

10X. Menurut Walton, Google percaya bahwa lebih mudah membuat 10 kali perubahan dari 10% perbaikan. Perusahaan harus menghabiskan banyak waktu untuk melakukan terobosan teknologi yang inovatif. Untuk berfikir dengan cara yang berbeda tentang bagaimana saat ini Anda menjalankan bisnis, tentang produk dan layanan yang Anda punya, kebutuhan pelanggan dan bagaimana menyelesaikannya.

Pasarkan dan terus mendengar. Perusahaan harus terus mengulang untuk bisa melakukan perbaikan, dengan mendapatkan feedback dan kemudian memperbaiki produk mereka.

Berkolaborasi. Mengirim email atau pesan teks tidaklah cukup. Sebaliknya, mempelajari sendiri dan memperbanyak ide dan sudut pandang akan lebih mungkin untuk membangun inovasi.

Pekerjakan orang yang tepat. Lebih baik untuk menunggu dan mempekerjakan orang yang tepat daripada merekrut orang dengan tergesa-gesa untuk mengisi posisi, dan kemudian harus berurusan dengan masalah dalam tim setelahnya.

Baca juga  Mengantisipasi resistensi dalam proses transformasi

[cpm_adm id=”11945″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Gunakan aturan 70/20/10. Walton menantang eksekutif dalam 1 minggu untuk mencurahkan 10% waktunya untuk “Think Big” (4 jam dari 40 jam seminggu untuk berfikir besar). Tantang diri Anda untuk berfikir secara berbeda tentang cara organisasi Anda melakukan bisnis dan apa yang dapat dilakukan.

Pemberdayaan karyawan – Ide bisa datang darimana saja. Banyak orang yang frustasi di tempat kerja. Hal ini disebabkan karena budaya perusahaan yang tidak terbuka. Tidak sedikit karyawan yang memilih diam karena suara mereka tidak pernah didengar oleh atasan. Padahal setiap karyawan mempunyai peluang memberikan ide perbaikan yang mendorong terwujudnya inovasi.

Gunakan data, bukan opini. Selalu gunakan data untuk membuat keputusan.

Fokus dengan pengguna, bukan kompetisi. Perusahaan akan lebih produktif apabila berfokus dengan kebutuhan pengguna menjadi “pengikut yang cepat” dan kemudian meresponsnya dengan inovasi.

Hargai keberhasilan dan kegagalan (jangan menyalahkan mereka). Rayakan setiap kegagalan dengan mempelajari kesalahan dan terus maju. [] Sumber: http://www.industryweek.com/

[cpm_adm id=”12044″ show_desc=”no” size=”medium” align=”none”]