SHIFT SSCX News Aero Asia

Jakarta – Semakin berkembangnya industri penerbangan nasional membuat nilai perbaikan pesawat pun kian fantastis. Tahun ini diperkirakan nilainya akan mendekati angka 1 miliar dollar dollar AS. “Tahun lalu 850 juta dollar AS, sekarang potensinya bisa 900 juta dollar AS,” ujar Ketua Umum Asosiasi Perawatan Pesawat Indonesia atau Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) Richard Budihadianto di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Meski begitu kata dia, porsi penyerapan nilai perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) itu oleh industri dalam negeri masih kecil.

Saat ini kata dia, porsinya baru sekitar 30 persen. Sisanya diserap oleh industri perawatan pesawat yang ada di luar negeri.

Sementara itu, salah satu perusahaan yang menyerap kebutuhan perawatan pesawat di Indonesia saat ini kata dia baru GMF AeroAsia, anak perusahaan Garuda Indonesia.

Diperkirakan GMF bisa menyerap nilai perawatan pesawat sebesar 280 juta dollar AS tahun 2015. Berdasarkan data IAMSA, GMF tahun lalu hanya mampu menyerap nilai perawatan pesawat 250 juta dollar AS.

Sumber: Kompas.com

Baca juga  Antara Lean dan Agile, Mana yang Lebih Efektif di Masa Kini?