Model Team Role Belbin dapat digunakan dalam berbagai opsi – walaupun disarankan untuk menerapkannya sejak awal proyek, namun Anda dapat juga menggunakannya sebagai highlight dan alat untuk mengatur perbedaan interpersonal yang terjadi dalam tim yang sudah terbentuk, atau bisa juga Anda gunakan untuk mengembangkan diri Anda sebagai pemain tim.

Langkah-langkah yang akan dijelaskan di bawah dapat membantu Anda menganalisa anggota tim menggunakan teori team role Belbin untuk menidentifikasi kekuatan dan kelebihan mereka sebagai anggota tim.

Berikut langkah-langkah tersebut:

1. Dalam suatu jangka waktu, lakukanlah observasi terhadap karakter setiap anggota tim Anda, dan lihatlah bagaimana mereka berperilaku, berkontribusi dan berperangai sebagai anggota tim.

2. Sekarang buatlah daftar anggota tim; untuk setiap orang, tulislah kekuatan kunci dan karakteristik masing-masing dari hasil observasi Anda. (Silakan tulis juga kelemahan masing-masing jika dirasa perlu)

3. Bandingkanlah setiap kelemahan dan kekuatan yang telah tertulis dalam daftar dengan karakteristk team role dari Belbin, dan catatlah role yang paling akurat mendeskripsikan masing-masing anggota.

4. Setelah Anda selesai mendefinisikan setiap anggota tim, jawablah beberapa pertanyaan berikut:

  • Karakter team role mana yang tidak Anda miliki dalam tim? Dari jawaban tersebut tanyakan kepada diri Anda kelebihan apa yg belum dimiliki tim Anda secara umum?
  • Apakah ada beberapa karakter team role yang sama dalam tim Anda?

Tips:

Dalam satu grup orang yang mengerjakan pekerjaan yang sama, penumpukan sejumlah kecil team role yang sama mungkin terjadi. Sebagai contoh, dalam departemen riset, mungkin terdapat beberapa orang yang memiliki karakter team role Specialist dan Plant. Dalam sebuah tim konsultan bisnis, posisi Team-Worker atau Shaper mungkin diisi oleh beberapa orang. Tim-tim yang terlalu banyak memiliki karakter yang sama dapat menjadi tidak stabil, karena mereka mungkin mengalami kekosongan fungsi dan pandangan tertentu.

5.  Setelah Anda berhasil mendefinisikan potensi kelemahan, area konflik dan missing strengths dari tim Anda, pikirkanlah beberapa opsi yang Anda miliki untuk mengubahnya dan berkembang menuju kestabilan dan efisiensi. Pertimbangkanlah:

  • Apakah tim yang ada dapat memberikan kompensasi dengan mengadopsi beberapa team role.
  • Apakah salah satu atau beberapa anggota tim dapat meningkatkan kualitas kerja mereka sebagai tim untuk menghindari konflik yang ditimbulkan oleh kebiasaan alami mereka.
  • Apakah ada skill-skill baru yang dibutuhkan di dalam tim untuk menutupi kelemahan.
Baca juga  7 Fakta Menarik dari Metode Inovasi Design Thinking

Tips:

Ingatlah untuk tidak terlalu bergantung dengan teori dalam membangun struktur tim Anda – ini adalah salah satu dari berbagai cara yang ada, dan ada banyak faktor yang harus dipenuhi dalam memiliki tim dengan performa terbaik.

Dapat dikatakan bawa pengetahuan akan konsep Belbin dapat memberikan harmoni dalam tim Anda, sejauh semua anggota tim dapat mempelajari bahwa ada beberapa pendekatan yang berbeda yang diperlukan dalam lingkungan yang berbeda.

Beberapa Poin Kunci

Seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, Team Role Belbin mendeskripsikan sembilan karakter pemain tim, yang dikategorikan ke dalam tiga kelompok: mereka yang berorientiasi kepada aksi (task performers), yang berorientasi kepada manusia (communicators), dan yang berorientasi kepada ide (thinkers).

Anda dapat menggunakan model-model Belbin untuk memastikan tim Anda memiliki setiap peran yang dibutuhkan, dan untuk mengetahui potensi perilaku dari setiap anggota tim. Hal ini akan membantu Anda membentuk tim yang lebih stabil dan efisien.***