Program penghematan biaya yang belakangan ini agresif dijalankan oleh Air France-KLM akhirnya mulai menunjukkan hasilnya. Pihak Air France-KLM menyatakan bahwa mereka telah berhasil melakukan penghematan biaya operasional pada tahun lalu, ditengah melemahnya kondisi ekonomi di Eropa dan tingginya harga bahan bakar.

Maskapai nomor tiga terbesar di Eropa (berdasarkan jumlah penumpangnya) ini berhasil membukukan penghematan sebesar 300 juta euro pada 2012 lalu, atau setara dengan 400 juta dolar AS. Penghematan ini jelas sangat menggembirakan manajemen, karena pada tahun 2011 lalu mereka telah mengalami kerugian sebesar 353 juta euro, yang diderita dari upaya untuk mengendalikan kapasitas kursi yang membuat tarif rata-rata lebih tinggi. Keuntungan yang didapat pada 2012 meningkat 5,2% menjadi 25,6 miliar euro, sementara hutang menurung menjadi 6 juta euro dari tahun 2011 yang berjumlah 6,5 juta euro.

Namun, one-time expenses yang berhubungan dengan restrukturisasi besar-besaran yang dimulai pada tahun lalu membukukan peningkatan kerugian menjadi 1,19 miliar euro dari tahun 2011 yang hanya berjumlah 809 juta euro.

“Mereka telah memulai dengan baik,” kata seorang analis dari Oddo Securities di Paris, Yan Derocles. “Namun improvement yang dihasilkan masih samar-samar terlihat.”

Juni 2012 lalu, Air France-KLM membocorkan rencana untuk memangkas biaya lebih dari 2 miliar euro, yang berupa cost, pengurangan hutang, dan peningkatan profit pada akhir 2015. Walaupun hasilnya sudah mulai terlihat 6 bulan sejak rencana tersebut berjalan, CEO Jean-Cyril Spinetta menekankan bahwa perusahaannya telah membangun pondasi untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan pada tahun ini.

“Pada 2013, kami akan menjaga disiplin ketat dalam manajemen kapasitas, investasi, dan biaya,” katanya.

Traffic penumpang Air France-KLM meningkat 2,1% dibandingkan tahun lalu, sementara kapasitas kursi hanya meningkat 0,6%. Namun walaupun keuntungan per-kursi yang tersedia meningkat 5,9% dari tahun sebelumnya, namum keuntungan kargo terus menurun 6,3% meskipun ada penurunan kapasitas 3,5%, karena penurunan ekonomi yang mengurangi aktifitas pengiriman.

Walaupun pemerintah Perancis telah menghimbau perusahaan untuk menghindari PHK, Air France-KLM telah berencana untuk memangkas lebih dari 5100 tenaga kerja di unit Air France pada akhir tahun ini, 10% dari total karyawannya yang berjumlah 49.000. Pada unit KLM, akan dilakukan PHK juga pada 1300 karyawan.

Air-France-KLM masih tertinggal dari rival utamanya, maskapai asal Jerman Lufthansa, dalam usaha pengembalian profitabilitas. Lufthansa yang mengumumkan restrukturisasi mereka yang penuh pengorbanan tahun lalu, yang melibatkan pemangkasan jumlah tenaga kerja sebanyak 3500 kepala, minggu ini melaporkan net profit 2012 sebesar 990 juta euro, termasuk hasil dari penjualan aset. Hasil ini amat menggembirakan mengingat mereka telah mengalami kerugian sebesar 13 juta euro pada 2011. Maskapai ini juga menghentikan pembayaran dividen kepada shareholdernya untuk memastikan ketersediaan dana.

Sumber: NYtimes.com; Nicola Clark.