CEO Amazon Jeff Bezos mengatakan bahwa powerpoint tidak lagi digunakan dalam meeting internal Amazon. Setiap meeting, setidaknya ada enam lembar memo yang dibuat dengan baik dan dibaca oleh seluruh peserta. Setelah 30 menit, seluruh peserta akan mulai melakukan diskusi. Aneh bukan?

Jika Anda bekerja sebagai eksekutif di Amazon, tidak peduli apa keahlian Anda, Anda akan diminta untuk menjadi penulis yang baik, dan pembaca yang baik, untuk memimpin pertemuan yang diperlukan dalam pekerjaan Anda.

“Tidak ada PowerPoint yang digunakan di dalam Amazon. Ketika kami merekrut eksekutif baru dari luar [kami memperingatkan], ini adalah budaya meeting paling aneh yang pernah Anda temui,” kata Bezos sebagaimana dikutip dari BusinessInsider.

Dia menjelaskan bahwa setiap pertemuan, akan ada memo yang telah disiapkan sebanyak enam halaman dengan kalimat naratif yang terstruktur, bukan sekedar point – point nya saja. Semua orang yang hadir kemudian duduk dan membacanya dalam diam, seringnya selama setengah jam dan kemudian mereka mendiskusikan memo itu.

Menurut Bezos, pertemuan ini akan jauh lebih baik daripada presentasi PowerPoint  yang biasa dilakukan. Namun, Bezos tidak membalas alasan spesifiknya.

Ia menjelaskan bahwa untuk menulis memo yang bagus dan panjang, penulis harus memahami pokok bahasan dengan baik. Itu berarti untuk melakukan pekerjaan yang hebat dibutuhkan usaha, bukan kecepatan. Karena banyak waktu tersita untuk membuat memo yang hebat, dia menggunakan metode yang sangat mudah untuk memastikan semua orang membacanya. Semua orang membaca memo tersebut di ruangan, sama seperti anak-anak sekolah menengah, eksekutif akan menggertak jika ada yang tidak membaca, jadi tidak ada yang hanya berpura-pura.  Dan pada akhirnya memo yang brilian inilah yang akan menjadikan pertemuan menjadi diskusi yang berkualitas tinggi.

Baca juga  Industri - industri yang terdisrupsi teknologi

Mungkin ada alasan lain untuk budaya meeting di Amazon ini. Bezos adalah pecinta buku yang memulai Amazon sebagai toko buku online. Membaca ada di dalam DNA perusahaan.