Fishbone diagram 2

The Cause & Effect (C&E) diagram atau biasa juga disebut Fishbone diagram bertujuan untuk memecahkan akar penyebab masalah secara tim. Kendala yang muncul saat melakukan proses problem solving secara tim adalah adanya ide dan persepsi yang berbeda dari masing-masing anggota tim. Fishbone diagram membantu menampilkan secara visual sumber-sumber penyebab masalah sehingga memudahkan tim mengidentifikasi akar penyebab permasalahan.

Diagaram sebab-akibat ini adalah sebuah tool visual yang digunakan saat akan menyelidiki beberapa kemungkinan penyebab timbulnya masalah. Tool ini menampilkan berbagai penyebab masalah dan peristiwa-peristiwa yang mengarah ke penyebabnya. Hal ini membuat diagram sebab-akibat menjadi salah satu tool yang efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah.

Analisa Diagram

Bentuk paling umum dari sebab dan akibat diagram adalah Fishbone. Ini adalah diagram dengan garis tengah, seperti tulang punggung ikan, dengan masing-masing penyebab ditulis pada garis memancar dari garis tengah.

Diagram sebab-akibat pertama kali digunakan pada tahun 1940 oleh Profesor Kaoru Ishikawa dari Universitas Tokyo untuk memecahkan masalah kualitas. Sebagai hasil karyanya, diagram ini kadang-kadang, disebut sebagai Diagram Ishikawa. Seiring waktu, tool ini telah diterapkan untuk hampir semua jenis masalah.

Salah satu teknik yang digunakan untuk membantu memperluas brainstorming selama analisa sebab-akibat adalah penggunaan kategori yang ditugaskan untuk setiap baris yang memancar dari garis tengah pada diagram. Kategori ini memberikan daftar jenis faktor yang berkontribusi. Ada sejumlah sistem kategori yang berbeda yang digunakan ketika membangun diagram sebab-akibat. Tiga dari yang paling umum digunakan adalah 8 M yang digunakan untuk lingkungan manufaktur.

Berikut 6 sumber penyebab timbulnya masalah di perusahaan:

  1. Man (tenaga kerja): hal ini berkaitan dengan kekurangan pengetahuan dan keterampilan dari sumber daya manusia
  2. Mesin/peralatan: tidak adanya sistem perawatan preventif terhadap mesin, kesesuaian mesin dengan spesifikasi, mesin tidak dikalibrasi, dan beberapa hal lainnya
  3. Metode Kerja: berkaitan dengan prosedur dan metode kerja yang tidak benar, tidak jelas, tidak diketahui, tidak transaparan, tidak cocok, dan lain sebagainya.
  4. Material: ketiadaan spesifikasi kualitas bahan baku yang digunakan.
  5. Tempat & Lingkungan Kerja: tidak memerhatikan kebersihan, lingkungan kerja tidak kondusif, kurangnya lampu penerangan, ventilasi yang buruk, bising, dan lain sebagainya.
  6. Motivasi: sikap kerja yang benar dan profesional, misal sulit bekerja sama.
    Salah satu manfaat besar menggunakan diagram sebab-akibat ini adalah bahwa hal itu dirancang untuk menunjukkan semua kemungkinan. Tool ini bekerja dengan baik ketika dilakukan dalam proses brainstorming, dan setiap faktor yang berkontribusi terhadap masalah yang tercantum.
Baca juga  Inspirasi dari Lapangan: Pelajaran Operational Excellence dari Permainan Basket