Dalam setiap organisasi, sistem dan struktur sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semua proses berjalan tepat pada waktunya. Menerapkan sistem universal dimana semua karyawan dapat mengikuti dan mematuhinya adalah cara yang sangat baik untuk meningkatkan akuntabilitas dan melakukan promosi. Setiap organisasi maupun tim pasti membutuhkan seseorang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan sistem dan memastikan bahwa sistem tersebut telah diimplementasikan dengan benar. Mereka yang bertanggung jawab tersebut biasa dikenal dengan sebutan manajer. Namun, dalam perkembangan posisi dan kekuasaan yang terus berubah, ada satu istilah yang tetap melekat selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengalami perubahan apapun – yaitu leader.

Leader mampu mencapai hal-hal yang tidak mampu dicapai oleh posisi lainnya, dan memiliki kualitas yang unik juga sifat yang mencegah mereka disebut sebagai manajer. Berikut adalah kualitas-kualitas unik tersebut.

  1. Followers vs bawahan

Mengatur mereka yang berada di level yang lebih rendah berarti mengawasi bawahan. Mendelegasikan tanggung jawab, menunjuk suatu tugas dan berharap pada hasil dan imbalan adalah cara manajer bekerja. Karyawan yang berada di bawah manajer akan melakukan apapun yang diperintahkan, bukan karena loyalitas atau pengabdian, namun karena berharap pada adanya reward, baik itu uang, penghargaan lain, dan promosi.

Sebaliknya, indicator paling jelas dan nyata dari seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki pengikut. Pemimpin tidak memiliki bawahan, dan mereka yang bekerja di bawah seorang pemimpin senantiasa termotivasi dan terinspirasi, dan ini merupakan faktor pendorong dibalik performa kerja mereka.

  1. Sustainer vs grower

Ketika seorang manajer mempertimbangkan cara terbaik untuk mencapai tujuan, mereka biasanya lebih terfokus pada mempertahankan apapun yang sedang dikelola. Artinya, mereka memikirkan cara terbaik untuk mempertahankan sistem yang menguatkan posisi mereka, yang mengakibatkan menurunnya kemampuan perusahaan untuk maju dan berkembang. Sebaliknya, seorang pemimpin adalah mereka yang secara konstan selalu melihat ke masa depan. Mereka adalah innovator yang memiliki pola pikir yang luas dan tidak akan puas dengan performa yang sama. Manajer mempertahankan apa yang mereka miliki, sementara pemimpin mencari hal baru dan melakukan perubahan untuk membawa tim menuju tingkatan yang lebih tinggi.

  1. System vs people

Manajer yang baik mengetahui denga pasti bagaimana bekerja dalam sebuah sistem dan memastikan orang lain melakukan hal yang sama. Perhatian utama mereka adalah untuk menyempurnakan sistem dan mempekerjakan orang-orang yang berbeda di dalamnya. Di sisi lain, leaders lebih memperhatikan kemampuan karyawannya dan lalu menciptakan sistem untuk mendukung orang-orang tersebut. Leaders memiliki kemampuan untuk berhubungan dan memahami orang lain. Kemampuan ini menjadikan mereka mampu mendapatkan orang-orang terbaik untuk menjalin kerja sama, dan membuat sistem yang sesuai.

Baca juga  Dua Hal Esensial untuk Menciptakan Perubahan

Mengetahui perbedaan antara keduanya merupakan hal yang sangat penting. Apabila seseorang dapat mengenali dan memahami apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin, mereka dapat menggunakan pengetahuan tersebut untuk mengembangkan ketermapilan leadership mereka sendiri serta keterampilan orang-orang di lingkungan sekitar. Yang perlu dipahami adalah gaya kepemimpinan setiap orang pasti berbeda. Untuk menjadi manajer yang tepat, seseorang harus mengikuti aturan dan menjaganya sebaik mungkin. Namun, untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang diwajibkan untuk berpikir kreatif, menambahkan bakat pribadi diri sendiri dan menginspirasi orang lain untuk bekerja sama.

Sumber: entrepreneur.com