Bencana banjir di Jakarta mempengaruhi kondisi saham di BEJ
Bencana banjir di Jakarta mempengaruhi kondisi saham di BEJ

 

Banjir besar di Jakarta membawa dampak yang berbeda terhadap saham-saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ), kemarin. Ada yang diuntungkan, tapi tak sedikit juga yang dirugikan.

Harry Su, Head of Research Bahana Securities, mengatakan, sektor apartemen, farmasi, perkebunan, bahan pokok, dan spare-part justru diuntungkan oleh situasi yang terjadi karena banjir, ketika sektor-sektor lainnya ‘lumpuh’.

“Kami sedang mencoba menganalisa dampak banjir terhadap pasar, terlepas dari pendapatan perusahaan yang menurun karena banjir, mengingat banyak karyawan yang tidak masuk kantor. Akibatnya volume perdagangan turun dan harga saham bisa bergerak berlebihan.” Kata Harry (Jumat, 18/1/13).

“Ketika semua jalur distribusi terhambat karena banjir, kami yakin masih ada sektor-sektor dan saham-saham yang menunjukkan kenaikan performa dan menjadi lebih baik daripada sektor-sektor lain di tengah bencana.”

Kata Harry, secara umum ini bisa memberikan dampak positif, seperti peningkatan kecenderungan masyarakat untuk menghuni apartemen sewa akan meningkat selama musim banjir. “Kami melihat emiten Lippo Karawaci. Selain apartemen, Lippo juga memiliki unit bisnis rumah sakit yang kemungkinan besar menampung lebih banyak pasien,” jelasnya.

Selain Lippo, emiten rumah sakit PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk, yang merupakan pengelola Rumah Sakit Mayapada kemungkinan mendapatkan ‘keuntungan’ terselubung dari bencana banjir.

Sektor farmasi juga mendapatkan kenaikan pendapatan karena meningkatnya kecenderungan pembelian obat, mulai dari flu hingga penyakit kulit. Saham-saham sektor farmasi yang ada di BEJ antara lain Kalbe Farma dan Tempo Scan Pacific, jelas Harry.

Harry mengingatkan bahwa ketika ada bencana seperti banjir, orang cenderung menyetok bahan-bahan pangan seperti mi instan. Ini akan meningkatkan pendapatan ICBP. Hal yang sama terjadi dengan produk rokok. Saat musim hujan, orang cenderung lebih banyak mengkonsumsi rokok dibandingkan dengan pada hari-hari biasa. Karena itulah emiten perusahaan rokok seperti Gudang Garam juga bisa meningkat, kata Harry.

Harry juga menjelaskan bahwa perkebunan di Sumatera yang terendam banjir akan menyebabkan kenaikan harga CPO. Kenaikan ini bisa meningkatkan pendapatan.

Baca juga  Kenapa Six Sigma Menjadi Metode Improvement Paling Diminati di Tahun 2024?

Sama halnya dengan sektor spare-part kendaraan. Mobil dan motor yang rusak akibat terendam banjir akan membutuhkan spare-part baru sebagai pengganti yang rusak dan permintaan akan spare-part akan meningkat. Salah satu anak perusahaan Astra Internasional, yaitu Astra Otopart, kemungkinan akan mengalami peningkatan penjualan.

Sementara itu, banjir akan mengakibatkan sejumlah kerusakan di rumah-rumah yang membuat pemiliknya harus merenovasi rumahnya. Kebutuhan akan produk reparasi akan meningkat, dan perusahaan yang berbisnis di bidang itu seperti Ace Hardware kemungkinan akan mengalami peningkatan penjualan.

Harry juga menyebutkan beberapa emiten yang mengalami kerugian karena banjir, seperti “Saham semen, konstruksi, batu bara, sektor transportasi seperti taksi, pesawat, juga telekomunikasi,” jelasnya.

Operasi batu bara, semen, konstruksi, akan terkendala banjir. Demikian juga dengan bisnis roti seperti PT Nippon Indosari (ROTI) yang penjualannya sebagian besar berada di Jabodetabek (69%). Akan banyak roti yang terbuang karena ROTI menjalankan sistem produksi roti yang segar.

Penjualan retail untuk konsumen menengah kebawah diperkirakan akan menurun, karena konsumen menengah kebawah sebagian besar tidak memiliki mobil dan akan kesulitan mencapai pusat perbelanjaan karena adanya banjir. Contohnya, Ramayana. Selain itu, banjir Jakarta juga melumpuhkan emiten transportasi seperti taksi dan pesawat.

Sumber: www.detik.com