Gambar: http://www.ukmobilereview.com

Ketika negara Anda telah ‘terikat’ erat dengan satu perusahaan, sukses dari salah satunya akan menjadi sukses bagi yang lain. Pada 2000-an, Nokia adalah manufaktur telepon seluler paling dominan di dunia. Namun, ketika saat-saat manis itu telah berlalu, konsekuensi yang ditanggung bisa jadi sangat berat.

Harga saham Nokia yang terjun bebas membuat ribuan engineer Finlandia harus mencari pekerjaan baru. Saham perusahaan ini turun 94 persen dibandingkan dengan harga sahamnya di tahun 2000. Nokia kini membatasi produksi lokal dan mengarahkan pusat produksinya ke Asia.

Saham Nokia dari produk domestik bruto mungkin turun menjadi 0,8 persen di tahun 2011; sangat jauh dibandingkan saham tahun 2000 yang mencapai 4 persen. Itulah yang disampaikan oleh Jyrki Ali-Yrkkö, seorang ahli ekonomi di perusahaan riset ETLA yang berbasis di Helsinki.

Menurut catatan Kementrian Ekonomi Finlandia, pada akhir tahun ini, staf Nokia berkebangsaan Finlandia akan tercatat menyusut sebanyak 40 persen dalam enam tahun.

Bisnis smartphone Nokia terkalahkan oleh popularitas Apple (iPhone) dan Android smartphone. Sedangkan untuk produk handphone low-end, mereka terkalahkan oleh produk buatan Cina. Finlandia telah menunjukkan simpati mereka dengan membeli sebagian saham Nokia. Pemerintah Finlandia kini memegang 10 persen dari saham Nokia, atau meningkat 4,6 persen dari dua tahun sebelumnya.
Namun, sepertinya Finlandia adalah pihak yang paling menderita dengan kemunduran bisnis Nokia. “Industri-industri di negara ini telah berada di bawah bayang-bayang Nokia selama bertahun-tahun,” kata Peri Peltonen, yang mengepalai unit inovasi di Kementrian Ekonomi Finlandia. “Perusahaan tersebut telah menampung dan merangkul banyak sumber daya di negara ini. Kini semuanya berbeda.”

Salah satu penyelamat reputasi Finlandia dalam bisnis mobile-technology adalah mobile-games. Angry Birds merupakan game yang sangat populer di kalangan pengguna Android dan Apple, bahkan Windows PC. Penciptanya, Rovio Entertainment, dapat menjadi next-big-thing dengan perkiraan value lebih dari US$1 juta. Total karyawan yang dipekerjakan oleh perusahaan game asal Finlandia itu diperkirakan akan bertambah sebanyak empat kali lipat pada tahun 2020, atau sekitar 6500 karyawan, kata Sonja Kangas, ketua Finnish branch of the International Game Developer Association.

Baca juga  Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu tentang Bisnis 

Pemerintah Finlandia sedang berusaha untuk menarik perusahaan menempatkan data center ke negaranya, dengan janji menmyediakan electricity grid yang hanya akan mengalami downtime sekali dalam 30 tahun. Google Inc. telah mengambil tawaran ini, dan disusul oleh IBM. Intel juga membuka fasilitas riset di dekat Helsinki. Karena itulah, walaupun Nokia mengalami kemerosotan, tingkat pengangguran di Finlandia tidak bertambah buruk; malah terjadi penurunan di tahun 2011 menjadi 7,9 persen dari asalnya yaitu 8,5 persen (2010) dari total penduduk berusia produktif.

Apa yang diperlukan negara itu adalah bisnis yang tidak dapat diduplikasi dimanapun dan dipindahkan ke Silicon Valley. Perusahaan tambang nikel, Talvivaara Mining adalah salah satu diantara bintang baru yang bermunculan. Selain itu, dari industri bahan kimia juga menyumbang sekitar 20 persen dari total ekspor, naik 10 persen dari tahun 2000.

Selain pertumbuhan bisnis di berbagai sektor, inovasi juga datang dari beberapa perusahaan seperti Kemira, yang menemukan teknologi yang bisa membuat air yang sudah tercemar kembali bersih dan layak minum.

Shipbuilder Finlandia juga mengembangkan vessel yang dibuat untuk melintasi Arktik dan kapal icebreaker. Selain itu mereka juga membuat kapal-kapal pesiar mewah. Allure of the Seas, yang dibuat di Turku pada tahun 2010 untuk Royal Caribbean Cruises, memiliki sebuah taman besar didalamnya yang berisi 12.000 tanaman hias dan pepohonan, simulator surf, dan teater 3D. Negara Nordik akan bangkit, kata Ali-Yrkkö. “Pertumbuhan ekonomi dan industri Finlandia akan seperti anak sungai yang bergabung dengan sungai utama.”

Kesimpulan: Nokia telah mendominasi ekonomi Finlandia selama bertahun-tahun. Kini setelah Nokia mengalami kemunduran, industri lainnya bangkit dan menutup ‘lubang’ yang ditinggalkan manufaktur telepon seluler tersebut.

Sumber: Bloomberg Businessweek