Meskipun dalam teori Team Role Belbin terdapat sembilan karakteristik yang membedakan pembawaan dari setiap anggota tim, kesembilan karakteristik tersebut sebenarnya memiliki tiga kerangka sifat utama yang disebut dengan Kelompok atau Kategori Team Role. Ketiga kerangka sifat tersebut adalah:

  • Kelompok Communicator (Social): Co-ordinator, Team-worker, dan Resource Invenstigator.
  • Kelompok Pemikir (Thinking): Shaper, Monitor-evaluator, Plant.
  • Kelompok Task Performers (Action): Completer-finisher, Implementer, dan Specialist.

Sebelum memutuskan untuk membuat ramuan dan komposisi dari tim, tentunya Anda perlu mengetahui karakter dari masing-masing calon anggota tim. Jika Anda telah berhasil memasukkan setiap nama kedalam salah satu karakter Team Role, Anda juga perlu untuk mengelompokkan mereka kedalam Kelompok Team Role yang terdiri atas tiga sifat umum tersebut.

Tujuan dari dilakukannya pengelompokan ini adalah:

Untuk mengetahui bakat dan kualitas yang dimiliki anggota tim, sekaligus menempatkan mereka didalam posisi yang diinginkan setiap orang, yang sesuai dengan kemampuan serta bakat mereka. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui potensi kelemahan dan kekuatan dari setiap orang. Setelah sesi ini selesai dilakukanm, setiap anggota tim akan memiliki pandangan yang lebih jelas mengenai kontribusi yang akan dan harus diberikan oleh setiap individu maupun kelompok, yang akan membantu meningkatkan produktifitas kerja tim secara keseluruhan.

Metode yang dapat digunakan:

Metode yang dipakai untuk menjalankan sesi ini bergantung kepada jumlah peserta, baik mereka berada dalam satu tim ataupun berasal dari departemen atau organisasi yang berbeda.

Jika seluruh peserta merupakan bagian dari sebuah tim, maka tidak perlu diadakan “pemisahan”. Namun jika jumlah peserta cukup banyaj dan mereka berasal dari tim atau divisi yang berbeda, bentuklah tim-tim yang terdiri dari beberapa peserta, dengan jumlah maksimal lima atau enam tim.

Baca juga  3 Konsep Penting dalam Metode Lean

Mintalah setiap tim untuk menggambar lingkaran Team Role pada flipchart dan masukkan nama-nama mereka dalam segmen yang mewakili dua karakter Team Role yang paling menonjol dalam diri mereka.

Peserta harus menuliskan dua karakter mereka pada halaman Team Role Overview dalam laporan mereka.

Pelaksanaan:

Jika nama-nama telah dimasukkan, ajaklah tim untuk berdiskusi dan menganalisa setiap karakter Team Role mereka masing-masing. Anggaplah mereka telah memiliki pengetahuan dasar mengenai Team Role, ajaklah peserta untuk membuat daftar lima kekurangan dan kelebihan yang tim mereka miliki. Lalu lakukan analisa dalam masing-masing tim mengenai kelebihan dan kekurangan tim secara keseluruhan.

Contoh: Tim A memiliki tiga orang Team Worker, namun tidak memiliki Shaper. Artinya, Tim A memiliki resiko untuk kehilangan fokus dan arah. Namun atmosfir di dalam Tim A kemungkinan akan sinergis dan suportif.

Untuk menyelesaikan sesi ini, ajak peserta untuk mengajukan 3 action points, berdasarkan kepada diskusi mereka yang akan memungkinkan tim meningkatkan efektifitas mereka.

Sumber: Belbin.com