People adalah aset yang paling berharga bagi setiap perusahaan, dan inilah mengapa membangun dan memelihara budaya yang membuat mereka merasa seperti berada di rumah sendiri adalah mutlak diperlukan.

Pandangan bisnis semakin kejam setiap waktu. Selaras dengan pasar kerja yang semakin ramai, norma dan peraturan kerja pun berubah. Masa-masa dimana seseorang akan bergabung dengan suatu perusahaan dan bekerja sama dalam waktu adalah masa lalu. Bahkan, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Indeed, hampir dua per tiga para pekerja mencari pekerjaan baru hanya dalam 3 bulan pertama setelah mereka bergabung di satu perusahaan.

Bagi perusahaan berkembang, retensi staf dapat menjadi sangat menantang. Para pemilik bisnis telah menginvestasikan banyak waktu dan finansial untuk program pelatihan dan perkembangan semua karyawan mereka. Tentunya, setiap pemimpin tidak hanya ingin keterampilan yang dimiliki karyawannya akan digunakan di perusahaan lain, atau bahkan lebih buruknya – kepada kompetitor.

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Oleh karena itu, untuk menimbulkan loyalitas dari para karyawan, para pemimpin atau manajemen haruslah mampu membuat mereka semua menikmati bekerja di perusahaan tersebut – yang membuat mereka mendapatkan satu inspirasi atau motivasi. Mengembangkan satu budaya organisasi yang ‘tahan banting’ dan sesuai dengan organisasi merupakan salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan loyalitas karyawan.

Lalu, bagaimanakah para pemimpin atau manajemen bisa menciptakan dan memelihara budaya organisasi yang mampu memastikan terciptanya loyalitas tersebut?

1/ Menjaga Dasar-dasarnya

Setiap perusahaan pasti memiliki beberapa faktor yang penting – satu proses yang harus berjalan lancar. Nah, yang menjadi dasar dari faktor penting tersebut adalah upah atau gaji. Para karyawan bekerja keras untuk memastikan bahwa perusahaan mampu meraih keberhasilan dan imbalan yang mereka harapkan adalah upah atau gaji yang dibayarkan dengan jumlah yang layak dan tepat waktu. Sistem upah yang tidak baik hanya akan membuat semangat kerja para karyawan menurun dengan drastis.

Baca juga  The Power of Daily Improvement

Ketika membicarakan bakat dan keterampilan, bagian keuangan ataupun human resources yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan tenaga kerja seharusnya dapat menjadi pengikat dari kepuasan kerja para karyawan. Sebuah penelitian dari Sage dalam aktivitas yang berkaitan dengan kesejahteraan tenaga kerja mengungkapkan bahwa sebesar 35% dari para pekerja akan mencari pekerjaan baru jika mereka merasa perusahaan tidak membayar mereka secara benar – meskipun kesalahan tersebut terjadi hanya sekali. Terlebih lagi, sebesar 51% pekerja akan kehilangan kepercayaan terhadap perusahaan dan bahkan membencinya.

Penggajian bukan menjadi satu-satunya hal mendasar yang dibutuhkan untuk menciptakan loyalitas karyawan. Manajemen yang jelas dan konstruktif serta pelatihan juga menjadi pendukungnya. Apabila manajemen atau para pemimpin ingin memastikan bahwa mereka ada di jalur yang tepat, sebaiknya luangkan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan para karyawan untuk saling berbagi informasi.

2/ Mendorong Terjadinya Inovasi

Budaya yang berlandaskan inovasi berarti budaya yang menerima dan memelihara ide-ide segar juga menyediakan lingkungan dimana karyawan dapat berpikir dan bertindak di luar zona nyaman mereka. Membangun budaya organisasi dimana ide-ide baru didukung sepenuhnya dan setiap anggota tim merasa bahwa pendapat mereka di dengar adalah hal yang penting. Namun, memelihara budaya tersebut membutuhkan waktu sehingga organisasi harus siap untuk menghadapi dan mengimplementasikan perubahan secara berkelanjutan.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

3/ Mengapreasiasi Keberhasilan

Keberhasilan – dalam bentuk apapun dan dalam hal apapun – haruslah mendapatkan apresiasi dan pastikan bahwa manajemen ataupun pemimpin selalu mendukung dan memotivasi karyawan untuk sesering mungkin berbagi informasi dan prestasi kepada satu sama lain. Semua orang pasti ingin mengabdikan diri kepada perusahaan yang menghargai setiap keberhasilan yang telah diperoleh – sekecil apapun tiu – dan adanya hal ini akan menjadikan karyawan akan bekerja lebih keras.

Baca juga  6 Langkah Lakukan Improvement dengan Metode Lean

Untuk meningkatkan inovasi dan pola pikir yang lebih menantang, pertimbangkanlah untuk menyiapkan sebuah skema yang insentif. Karena ini akan dapat menginspirasi untuk menciptakan pemikiran sehari-hari dan juga memacu munculnya pemikiran baru yang saling menguntungkan. Berikan insentif bagi area yang ingin melakukan perubahan atau perbaikan.***