Tidak ada yang perlu dikorbankan, kini kita bisa meningkatkan produktivitas, mengurangi pemborosan, dan menambah nilai produk atau layanan secara bersamaan dengan menggunakan lean six sigma.

Metode Lean Six Sigma (LSS) dinilai sebagai pasangan sempurna untuk mempercepat proses tertentu sehingga masalah bisa diselesaikan dengan lebih cepat. Lean Six Sigma adalah sebuah metode peningkatan proses yang banyak menyelamatkan perusahaan Fortune 500. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Majalah iSixSigma (2007) menyoroti bahwa, selama 20 tahun terakhir, penggunaan Six Sigma telah menyelamatkan perusahaan Fortune 500 sekitar $427 miliar.

Mentalitas lean yaitu menghilangkan pemborosan memungkinkan perusahaan beroperasi dengan cara-cara yang efisien. Terdapat 8 jenis pemborosan yang akan disentuh lean, yaitu cacat, produksi berlebih, waktu tunggu, sumber daya (talent) yang tidak digunakan, transportasi, inventori, gerakan, dan proses. Sementara six sigma akan membantu mentiadakan varians dalam produk maupun layanan sehingga kualitas bisa ditingkatkan.

Untuk tahu apa saja manfaat dari implementasi LSS, simak ulasan yang disarikan SHIFT dari imeche.org berikut ini:

1. Pengurangan biaya. Mengurangi biaya bahan, sumber daya, tenaga kerja, langkah-langkah yang tidak perlu, cacat dan kesalahan dalam proses.

2. Pendapatan meningkat. Menghilangkan variasi dan pemborosan sehingga proses berjalan lebih efisien dan produksi meningkat.

3. Kepuasan pelanggan yang lebih baik. Masalah kualitas berdampak langsung pada pelanggan, lean six sigma membantu mengidentifikasi elemen yang diperlukan proses untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

4. Transformasi budaya. Implementasi Lean Six Sigma mendorong karyawan untuk melihat diri mereka sebagai seorang problem solver yang dapat melihat cacat sebagai peluang untuk perbaikan.

5. Keunggulan kompetitif. Ketika diterapkan secara efektif, prinsip-prinsip LSS dapat membantu organisasi Anda menghasilkan barang dan jasa yang lebih berkualitas sehingga organisasi dapat memenangkan persaingan.

5 Prinsip LSS

Agar dua kerangka kerja dua metode perbaikan ini bisa berjalanan dengan baik, maka kita harus menerapkan prinsip-prinsipnya dengan benar. Mengutip CIO, Purdue University menyebut bahwa ada lima prinsip utama dalam Lean Six Sigma, yaitu:

Baca juga  Apakah ada perbedaan antara kualitas dan nilai?

Fokus ke nilai pelanggan: pastikan setiap perubahan yang Anda terapkan akan menguntungkan pelanggan dan akan menawarkan standar kualitas tertinggi sesuai dengan permintaan pasar.

Temukan masalah dan fokus: jangan terganggu oleh masalah lain saat memperbaiki proses tertentu. Tentukan lebih dulu masalah yang harus diatasi, fokus pada masalah tersebut dan beralih ke masalah lain hanya setelah masalah utama selesai diperbaiki.

Hapus variasi dan bottleneck: optimalkan proses dengan menemukan cara untuk mengurangi cacat. Mempersingkat proses Anda akan membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas.

Berkomunikasi dengan jelas dan melatih anggota tim: menerapkan LSS dapat menimbulkan penolakan di perusahaan. Pastikan semua orang terlatih dan siap untuk menerapkan LSS untuk mengurangi risiko kegagalan proyek.

Bersikap fleksibel dan bertanggung jawab: untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda perlu memiliki pendekatan yang fleksibel dan agile selama proses berlangsung, jika strategi gagal maka segera perbaiki.

Sumber: cio.com, imeche.org, shiftindonesia.com