Manufaktur mobil asal Jerman, BMW, pada awal tahun ini telah membeli sejumlah robot dari ABB untuk menunjang proses produksinya. Pembelian robot tersebut dilakukan untuk menggantikan tenaga manusia dalam proses penanganan material, pengeleman dan pengelasan; keputusan yang sesuai dengan filosofi Lean Manufacturing yang dianut perusahaan tersebut.

Rupanya keputusan BMW telah menginspirasi Boeing untuk mengembangkan konsep serupa, seperti yang dikemukakan oleh Jason Clark, direktur manufaktur untuk Boeing 777. Clark dengan bangga mengungkapkan teknologi otomasi Lean terbaru yang mereka adopsi, yaitu penggunaan robot dalam proses aplikasi pelapis cat untuk badan pesawat.

Otomasi dengan Sentuhan Manusia

Awalnya, proses pelapisan di Boeing dilakukan secara manual. Operator pengecatan-lah yang melakukan pelapisan di badan pesawat yang sedang diproduksi. Tim pengecatan ini membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam untuk mengaplikasikan pelapis cat. Boeing memutuskan untuk memangkas waktu ini dengan ‘mempekerjakan’ dua robot yang bergerak hilir mudik pada jalur-jalur yang dibuat untuk mereka. Anda bisa menyaksikan videonya disini.

Teknologi ini diaplikasikan di pabrik pesawat jet besar (pesawat dengan dua gang diantara kursi-kursi penumpang) milik Boeing. Inisiatif penggunaan robot ini membukukan perbaikan berupa peningkatan kecepatan dan produktifitas sebesar 300 hingga 400 persen. Kedua robot tersebut berhasil mengurani waktu pengecatan dari 4 atau 5 jam menjadi hanya 24 menit saja. Karena sistem yang otomatis itu mampu menghasilkan lapisan cat yang lebih merata, berat sayap pesawat juga dapat dikurangi sebesar 70 pound atau 31,75 kilogram per satu sayap.

Menurut kepala program jet 777, Elizabeth Lund, Boeing berhasil meningkatkan produktifitas dalam produksi jet 777 sejak memakai robot-robot tersebut. Kini mereka mampu membuat 100 unit pesawat jenis tersebut setiap tahunnya, meningkat dari hanya 84 unit pertahun. Walaupun robot telah menggantikan pekerjaan manusia, Lund menyatakan bahwa Lean telah berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan produktifitas tanpa keharusan untuk melakukan PHK.

Untuk mengoperasikan robot-robot, Boeing tetap memerlukan beberapa operator. Konsep ini sesuai dengan filosofi Lean, autonomation (jidoka), dengan jargonnya yang terkenal: “Otomasi dengan sentuhan manusia.” Operasional produksi Boeing 777 sendiri masih 90 persen manual, jauh lebih ‘manusiawi’ jika dibandingkan dengan BMW yang hanya 5 persen manual.

Baca juga  4 Budaya Unik di Netflix, Wajib Tahu!

Clark sendiri mengakui bahwa dirinya telah terinspirasi oleh implementasi metode Lean Manufacturing di industri otomotif, khususnya di BMW. Menurutnya, Lean telah berhasil membantu perusahaan otomotif untuk menggerakkan sistem dan mesin untuk bekerjasama memproduksi mobil dalam waktu cepat dan dengan kualitas yang mengagumkan.

Teknologi pengecatan baru ini telah diperkenalkan oleh Boeing pada bulan Mei 2013 lalu. Operator yang sebelumnya melakukan pengecatan ditugaskan di area lain, yaitu sentuhan akhir di proses aerodinamik, yang untuk saat ini masih belum bisa dilakukan secara benar tanpa campur tangan khusus dari manusia.***

Gambar: www.bizjournals.com