Menteri ekonomi Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla diminta bekerja keras menyelesaikan masalah-masalah ekonomi agar pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas tujuh persen selama lima tahun mendatang dapat tercapai.

“Pertumbuhan ekonomi harus tinggi agar persoalan ekonomi khususnya pengangguran dan kemiskinan dapat teratasi. Kalau kurang dari itu maka ekonomi nasional sulit bersaing dengan negara lain,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi di Jakarta, Minggu (26/10/2014) seperti dikutip Kompas.com.

Menurut Sofjan, salah satu pekerjaan besar tersebut adalah bagaimana tim ekonomi mampu secara bersama-sama mengurangi ekonomi biaya tinggi.

High cost economy menjadi faktor penyebab pertumbuhan ekonomi bergerak pada kisaran rendah. Ini menjadi PR bersama para menteri ekonomi. Menteri-menteri ekonomi jangan  berpikir asal jalan, tapi harus ada target pencapaian masing-masing,” kata Sofjan.

Untuk itu, tambahnya, menyelesaikan pembangunan infrastruktur menjadi hal yang mutlak dituntaskan.

Dengan begitu, investasi yang mendatangkan devisa lebih besar dapat terwujud karena ada jaminan kegiatan produksi dan pelayanan bisnis berlangsung dengan baik.

“Infrastruktur kunci keberhasilan industri dan perdagangan suatu negara. Singapura, Hongkong contoh negara yang memiliki infrastruktur bagus, tidak hanya fisik tapi didukung kebijakan-kebijakan yang pro pertumbuhan,” ujarnya.

Pemiliki kelompok usaha Gemala Group ini juga menyebutkan pentingnya para menteri ekonomi untuk saling koordinasi menjaga iklim usaha yang kondusif.

“Antarmenteri harus komunikatif, sehingga kebijakan masing-masing sinkron, tidak saling berseberangan,” tegasnya.***

Sumber: Kompas.com

Baca juga  Mengapa Perusahaan Berlomba Lakukan CI?