Karena pandemi belum berakhir, aktivitas bekerja dari rumah (work from home/ WFH) akan berlanjut menjadi normal baru bagi banyak karyawan, para pemimpin mungkin perlu mempertimbangkan cara lain untuk memahami situasi sulit yang dihadapi karyawan. Bagaimana dengan menganggap anggota tim sebagai astronot di luar angkasa?

Meskipun gravitasi tidak ada, astronot mengalami keadaan yang sangat mirip dengan karyawan yang bekerja dari rumah. Mari kita lihat beberapa persamaan keduanya berikut:

  1. Dibatasi pada ruang tertutup untuk waktu yang lama
  2. Tidak dapat bertatap muka dengan anggota keluarga/ organisasi
  3. Hanya mampu melakukan panggilan video untuk interaksi sosial

Pastinya akan sangat membantu jika para pemimpin organisasi belajar dari NASA tentang bagaimana mereka melatih astronot untuk menghadapi realitas isolasi yang lama. NASA sangat menyadari suasana hati para astronot dapat berubah jika  tidak ada langkah yang diambil untuk mencegah efek buruk terisolasi. Misi luar angkasa adalah misi yang mempertaruhkan kehidupan, jika terjadi stress atau kecemasan maka resiko (kehidupan) semakin tinggi.  Sebab itu, NASA sangat mencegah terjadinya penurunan kognisi yang bisa menyebabkan kinerja astronot terganggu.

Dan Pontrefact, penulis buku Lead. Care. Win. How to Become a Leader Who Matters dalam artikelnya mengungkapkan Ilmuwan utama NASA Tom Williams secara khusus mengembangkan “CONNECT “ untuk membantu kesehatan psikologi para astronot tetap terjaga meski dalam kondisi terisolasi. CONNECT sendiri merupakan akronim dari kata: Community, Openness, Networking, Needs, Expeditionary Mindset, Countermeasures, Training and Preparation. Nah, seperti apa CONNECT bisa kita manfaatkan dalam kehidupan organisasi kita. Mari lihat penjabaran Dan yang disarikan dari Forbes berikut ini: 

Community

Pendaratan di Bulan membantu orang di seluruh dunia merasa lebih bersatu karena perasaan memiliki atas harapan dan impian bersama yang terpenuhi. Ketika para pemimpin menunjukkan kepada karyawan mereka tentang betapa pentingnya pekerjaan mereka bagi komunitas yang lebih besar maka pride atau kebanggaan mereka akan meningkat. Peran seorang pemimpin adalah untuk menyoroti tujuan organisasi dan untuk mengingatkan anggota tim bahwa mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Rasa kebersamaan ini akan membantu menghubungkan tim meskipun terpisah.

Baca juga  Inilah 7 Persamaan Lean dengan Pengobatan Tiongkok

Openness

Orang yang bersikap terbuka cenderung memiliki kemampuan beradaptasi lebih cepat karena mereka mampu melihat dan mendekati masalah dengan lebih banyak cara. Pandemi meningkatkan tantangan. Seberapa terbuka Anda dengan tim Anda? Semakin transparan Anda menguraikan strategi, menunjukkan apa yang benar dan salah saat memberikan masukan maka tim akan semakin terbantu. Tim Anda memiliki ide dan jawaban, namun itu hanya akan berada di pikiran mereka jika Anda tidak meminta mereka atau membuat mereka merasa menjadi bagian perusahaan dalam porsi yang lebih besar.

Networking

Kemampuan berjejaring sangatlah penting di masa pandemi, tetapi tidak semuanya harus berkaitan dengan pekerjaan. Di luar angkasa, NASA memastikan para astronot berhubungan dekat dengan keluarga, teman, dokter, dan penyedia kesehatan lainnya. NASA juga memperhatikan keluarga para astronot dalam banyak hal.

Needs

NASA memastikan para astronot berolahraga, makan sehat, dan banyak istirahat dan tidur. Sebagai pemimpin di organisasi, apakah Anda menanyakan pertanyaan seperti ini kepada anggota tim Anda? Percakapan personal semacam ini tidak lagi tabu. Semakin Anda berhubungan dengan karyawan dengan menanyakan tentang kebutuhan dasar hidup, semakin mereka memandang Anda sebagai manusia dan bukan semata-mata sebagai bos.

Expeditionary Mindset

P. James Picano, psikolog operasional di Johnson Space Center NASA mengatakan bahwa perawatan diri dan tim, komunikasi, kerja tim adalah keterampilan ekspedisi yang sangat penting. Dalam pelatihan, setiap astronot melatih keterampilan mereka dalam mengelola konflik, meredam situasi, menjaga kebersihan area kerja, dan merawat anggota tim lain. Pola pikir ekspedisi ini patut dicoba oleh para pemimpin organisasi. Doronglah dan bantu karyawan Anda menjadi lebih kreatif, beri kesempatan mereka untuk mencari tantangan baru.

Baca juga  Bagaimana leadership bisa meningkatkan produktivitas?

Countermeasures

NASA ingin astronot membuat jurnal selama berada di luar angkasa. Ini memungkinkan para astronot untuk melampiaskan dan mengatasi stres. Apa yang Anda lakukan sebagai pemimpin untuk membantu anggota tim Anda mengatasi tekanan isolasi dan video meeting Zoom lainnya? Tidak cukup hanya dengan menetapkan tugas. Anda harus menjamin kesejahteraan setiap karyawan dan memastikan bahwa mereka tetap termotivasi.

Training and Preparation

Astronot sangat terlatih dan siap untuk menjalankan misi, ini karena mereka menerima pelatihan dan persiapan bahkan ketika sudah di luar angkasa. Sebagai pemimpin perusahaan, sudahkah Anda memastikan pengembangan karyawan? Selama pandemi, pelatihan virtual adalah solusi yang bisa dipilih untuk memastikan proses pengembangan tidak berhenti. Namun banyak organisasi dan pemimpin menghentikan pelatihan apa pun karena mereka percaya itu tidak akan efektif jika dilakukan secara virtual, jadi mereka hanya menunggu sampai kelas tatap muka mungkin untuk dilakukan.

Sumber: Forbes