Setelah meluncurkan Workplace sebagai platform kolaboratif menghubungkan aktivitas kerja lebih luas, Facebook mulai membidik video sebagai peluang bisnis di tahun-tahun yang akan datang. Sebagai CEO Facebook, Mark Zuckerberg memandang tren konten dan hiburan lima tahun ke depan akan hadir dalam bentuk video, bukan teks atau gambar. Tak heran jika kini Facebook menggarap serius peluang pasar di sektor video.

Zuck mengatakan Facebook akan memprioritaskan video di seluruh aplikasinya. Saat ini media jejaring social terbesar di dunia itu tengah mendorong fitur video-first, mengutamakan konten video dalam layanan mobile.

Bahkan saat ini Facebook telah memulai proses transisi, mengumumkan kehadiran fitur video streaming di aplikasi Messenger. Pun mengembangkan fitur video mirip Snapchat untuk Instagram yang bernama Stories.

Saat ini sekitar 52 persen populasi seluruh dunia yang menggunakan internet telah memiliki akun Facebook. Jumlah tersebut terus berkembang setiap hari dibarengi penggunaan ponsep pintar di berbagai pelosok wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.

Tak berhenti meraih pengguna lebih banyak, Facebook berupaya mendorong akses internet ke daerah terpencil menggunakan drone, satelit dan system komunikasi nirkabel. Aquila merupakan drone bertenaga surya milik Facebook yang mengudara sedari juli lalu.

Aquila didesain menjangkau pengguna intenet di tempat-tempat terpencil. Ke depan drone tersebut mampu mengelilingi wilayah seluas 60 mil, memancarkan konetivitas internet di ketinggian 60 ribu kaki. Aquila diharapkan sukses menjalankan tugasnya dengan kelengkapan laser komunikasi dan sistem gelombang millimeter. [] (sumber: liputan6.com)

Baca juga  CEO Insight: Pentingnya Continuous Improvement