Pengalaman 12 tahun di bidang business improvement industri jasa rental membuatnya sukses membawa ASSA Rent berpacu dalam persaingan bisnis transportasi dan logistik di Tanah Air.

Menurut Jany Chandra, sebuah perusahaan logistik yang ingin jadi besar harus sangat memperhatikan kebutuhan pelanggannya. “98% dari klien kami adalah perusahaan besar; itulah tantangan kami,” ungkap direktur ASSA Rent ini kepada Shift. Rata-rata mereka adalah leader di industri masing-masing, dan berkomitmen penuh untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan mereka. Karena itulah, mereka membutuhkan partner yang mendukung komitmen tersebut, tambahnya.

Bicara tentang business improvement dan development, menurut Jany, adalah sesuatu yang tiada habisnya. Usaha pengembangan bisnis merupakan sesuatu yang tanpa akhir. Bidang ini sangat kritikal, karena dalam satu perusahaan bisa jadi ada ribuan bahkan puluhan ribu karyawan, yang semuanya harus diarahkan menuju perbaikan. Jika manajemen bisa meningkatkan produktifitas dari masing-masing karyawan hingga sekian persen saja, nilai tambah yang didapat bisa jadi luar biasa.

Menurut Jany, ada beberapa kunci utama kesuksesan inisiatif business improvement di sebuah perusahaan. Pertama, penyusunan (alignment) dalam suatu proses perumusan strategi harus tepat. Kedua, karena strategi tersebut dijalankan oleh manusia, maka berarti organizational alignment-nya juga harus rapi dan efektif. Ketiga, isi (content) dari improvement itu sendiri harus berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Artinya, harus bisa melihat dari sudut pandang pelanggan.

Penerapan business improvement juga bukannya tanpa tantangan. Manajemen harus benar-benar melakukan persiapan dan merumuskan tujuan yang jelas dan achievable.

Banyak yang terburu-buru menjalankan program tanpa persiapan yang baik dan tanpa strategi yang tepat. Banyak juga yang menjalankan improvement tapi belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai pelanggan. Belum mengenal pelanggan dengan baik. Umumnya terjadi kekeliruan paradigma; merasa kenal pelanggan , padahal tidak.

Untuk mencegahnya, sebelum menjalankan program, usahakan untuk mengadakan survey mengenai pelanggan. “Kami secara rutin melakukannya,” ungkap Jany.

Tantangan berikutnya adalah kesabaran. Sebuah organisasi bukanlah sesuatu yang secara insan bisa dibeli, namun harus dibangun secara bertahap, katanya.

Ketika ditanya mengenai aktifitas improvement di ASSA Rent, Jani menekankan bahwa efisiensi dalam business improvement adalah yang terpenting di perusahaannya. Industri logistik di Indonesia sangat kompetitif, sehingga margin yang bisa didapat relatif tipis. Artinya, setiap inisiatif pengembangan bisnis yang dilakukan membutuhkan sumber daya yang cukup besar.

Setiap proyek improvement harus memberikan hasil yang signifikan; itulah tantangan selanjutnya. Hal penting yang harus diperhatikan adalah waktu (timing). Dengan persaigan yang ketat, jika tidak segera dan secara berkesinambungan melakukan perbaikan, kita akan tertinggal. Penentuan prioritas sangat penting; kita harus tahu di bagian mana saja yang harus terlebih dahulu dibenahi.

ASSA Rent telah mulai setius melakukan inisiatif improvement sejak tahun 2007. Saat itu mereka pertama kalinya menerapkan metode Lean Six Sigma. Sejak saat itu, aktifitas improvement selaku berlangsung dengan konsisten. Hasilnyapun cukup signifikan. Setiap tahunnya ASSA Rent mengalami peningkatan geometric growth sebesar 30% dan adametrix growth sebesar 40%. Selain itu, ada beberapa indikator lain yang membuktikan efektifitas improvement yang telah mereka lakukan, seperti finansial yang semakin baik, level kepuasan pelanggan yang meningkat (diketahui melalui riset), lalu dalam operasional juga lebih efisien.

Menjawab pertanyaan apakah strategic improvement memang terbukti dapat mengatasi masalah di perusahaan, Jany menerangkan bahwa industri rental dan logistik merupakan bidang yang pengelolaannya cukup rumit, karena perusahaan dapat dikatakan ‘mengambil-alih’ kerumitan yang seharusnya dialami pelanggan. Mulai dari pembelian mobil; pengadaan mobil sendiri merupakan suatu tantangan. Ada juga pengurusan STNK yang harus diperpanjang secara berkala, izin-izin operasional, asuransi, perawatan rutin, semuanya cukup kompleks. Perusahaan rental seperti ASSA Rent harus mengambil-alih semua beban itu dari bahu pelanggan. “Artinya kerumitan-kerumitan itu pindah ke kami,” ujar Jany. “Jika kami tidak siap dan tidak memiliki kualitas proses yang baik, akan sangat sulit untuk melakukannya.”

Sebagai contoh, untuk menangani masalah kunci serep, ASSA Rent hanya membutuhkan waktu 36 detik. Misalnya, ada pelanggan yang membutuhkan kunci serep, kunci akan sampai di tangan dalam waktu 36 detik, jelas alumni IPB jurusan Agribisnis ini dengan pasti.

Ketika ditanya mengenai strategi mendapatkan loyalitas pelanggan, Jany yakin kuncinya adalah kepercayaan. Seperti halnya ketika perusahaan membangun branding baru ASSA, yang diluncurkan pada 2010 menggantikan ADIRA. Perusahaan berani merilis brand baru karena kami memiliki jaminan kepercayaan (reason to believe) di mata pelanggan, katanya.

Reason to believe tersebut diantaranya adalah karena pelanggan tahu ada ratusan atau ribuan perusahaan rental, namun hanya sedikit yang benar-benar besar. Tidak banyak perusahaan yang memiliki hampor 10.000 armada. Alasan kedua adalah, perusahaan ini dimiliki oleh Theodore Permadi Rachmat yang memiliki reputasi amat baik dalam dunia bisnis, komitmen yang teguh, serta profesionalitas. Ketiga, kami memiliki tim manajemen yang semuanya profesional dengan rata-rata pengalaman lebih dari 10 tahun di bidangnya. Dengan tiga modal itu, ASSA Rent mampu membangun kepercayaan yang bertahan dalam jangka panjang.

Sebagai hasil dari penerapan business improvement yang konsisten, saat ini perusahaan tersebut telah mengantongi beberapa penghargaan untuk pencapaian yang tinggi. ASSA Rent telah memenangkan penghargaan Indonesia’s Most Admired Company (IMAC) di tahun 2011, serta penghargaan Perusahaan dengan Rekor Pertumbuhan Tertinggi. Ditambah beberapa sertifikat yang telah digenggam seperti ISO 9001, ISO 14000 dan OHSAS 18001.¬†Saat ini, hanya mereka-lah perusahaan rental dan logistik yang memiliki sertifikasi selengkap itu.

Jany yakin, dengan potensi pasar yang besar dan akan terus berkembang, kesempatan ASSA Rent untuk terus tumbuh maju masih terbuka lebar.***