Konsistensi. Satu kata yang menjadi fitur yang sangat baik dan juga sangat penting dalam lingkungan bisnis. Namun, turut menjadi hal yang penting untuk dicatat bahwa konsistensi yang seharusnya tidak diperuntukkan sebagai metrik eksklusif, karena akan selalu bertentangan dengan metode yang serupa hampir secara keseluruhan. Itulah mengapa, terkadang sesekali memiliki perubahan dalam teknik juga menjadi sesuatu yang wajar.

Dengan kata lain, untuk memecah konsistensi demi perbaikan. Yang jelas, perbaikan tersebut harus lebih baik dibandingkan dengan yang telah diimplementasikan sebelumnya.

[cpm_adm id=”10763″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Kaizen Event

Kaizen Event adalah salah satu cara yang paling ideal untuk membawa perubahan positif dalam lingkungan apapun. Kaizen Event sebenarnya berasal dari Jepang, yang digunakan pertama kali untuk melaksanakan pengembangan. Secara umum, kata Kaizen dibagi menjadi dua elemen yang masing-masing berarti:

  • Kai untuk perubahan yang menuju ke arah yang positif
  • Zen untuk sesuatu yang baik atau bahkan lebih baik

Pastinya, kombinasi diantara keduanya akan menghasilkan kata ‘baik atau perubahan yang lebih baik’. Singkatnya, Jepang mencoba untuk membuat strategi baru yang akan mengarah pada kebaikan – baik, lebih baik, dan yang terbaik. Kaizen Event dianggap sebagai cara yang cepat dan tepat untuk membawa perubahan, baik di lingkungan kerja ataupun di lingkungan yang lain. Kaizen Event dikenal juga dengan sebutan ‘Kaizen Blitz’. Konsep ini selama bertahun-tahun telah digunakan sebagai sumber fasilitas kekuatan yang cepat dan perubahan yang efektif dalam organisasi.

[cpm_adm id=”10097″ show_desc=”no” size=”medium” align=”right”]

Kaizen Event dianggap atau Kaizen Blitz mempunyai peranan yang sangat penting dari manajemen lean dan menjadi satu cara yang terbaik untuk mewujudkan perbaikan secara terus menerus. Konsep ini dapat diterapkan di seluruh organisasi atau disuntikkan dalam proses kerja dari divisi-divisi yang mengalami penurunan produktivitas. Tentunya, pelaksanaan konsep ini haruslah menggunakan tim, dimana terdapat pemimpin yang bertugas untuk mengawasi setiap peristiwa dan ativitas yang dilakukan.

Baca juga  Memiliki Perusahaan yang Masih Kecil? 3 Hal tentang Six Sigma ini Kamu Wajib Tahu

Bagaimanapun juga, proses Kaizen benar-benar harus melibatkan semua orang di lingkungan kerja, hingga ke bagian yang benar-benar jauh untuk turut merasakan pengaruhnya. Oleh karena itulah, dalam keadaan normal, manajemen harus memastikan bahwa setiap anggota tim terlibat dan berkontribusi dalam proses tersebut. Kebersamaan dan persatuan semacam ini – antara manajemen dan para karyawan – akan memungkinkan perusahaan ataupun organisasi memperoleh hasil yang lebih baik daripada sebelumnya – hasil yang tentunya akan membantu mereka mewujudkan perubahan dan peningkatan serta perbaikan secara terus menerus dan konsisten.

Itulah kaidah Kaizen Event yang sesungguhnya.***

Sumber: kaizen-news.com