Hal ini dikatakan oleh Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan. Ia mengatakan, masyarakat Indonesia merupakan konsumen nasi yang sangat besar di dunia. Karena hal itu, dia pun menyebut masyarakat Indonesia keberatan karbohidrat.

“’Asupan makanan kita paling besar di karbohidrat karena makan nasinya banyak,” ujar Rusman seperti dikutip Kompas.com.

Dia mengakui, Indonesia adalah salah satu negara dengan produksi pertanian terbesar di dunia. Namun, hal tersebut juga diimbangi dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi sehingga kebutuhan pangan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah masyarakat.

Rusman juga memberikan pembandingan antara konsumsi nasi masyarakat Indonesia dan Jepang. Di Indonesia, kata dia, masyarakat memakan nasi sebanyak 130 kilogram per tahun per kapita. Sementara masyarakat Jepang hanya memakan nasi sebanyak 30 kilogram per tahun per kapita. Dengan data tersebut, menurut Rusman, masyarakat Indonesia merupakan konsumen pangan paling boros. Dia pun berharap agar masyarakat Indonesia bisa mencontoh Jepang.

“Seharusnya kita seperti Jepang dengan memakan nasi yang sedikit dan makan lauknya banyak,” kata Rusman.***

Baca juga  SDM yang kompeten dibutuhkan untuk menggerakkan industri sawit