Toyota Motor Corp. melaporkan kenaikan laba kuartal sebesar 5 persen, pada Selasa (5/8/2014), kenaikan ini melampaui ekspektasi karena penjualan Toyota tumbuh di Amerika Utara dan Eropa, mengimbangi penurunan penjualan di Jepang.

Pembuat model Prius hybrid dari Jepang, sedan Camry, dan Lexus mengatakan April-Juni total profit mencapai rekor 587.77 bilion yen (US $5.7 billion). Penjualan kuartal naik 2 persen menjadi 6.39 triliun yen (US $62.3 billion).

Kedua angka kenaikan profit Toyota ini lebih baik dari proyeksi para analis yang disurvei oleh FactSet, yang memperkirakan kenaikan hanya 1 persen dalam penjualan per kuartal dan penurunan laba 12 persen dari tahun sebelumnya.

Managing Officer Toyota Takuo Sasaki mengatakan adanya upaya pengurangan biaya dan pelemahan yen yang membantu eksportir Jepang seperti Toyota mendapatkan hasil yang positif.

Namun Toyota menunurunkan perkiraan penjualan kendaraannya untuk 2014, pihak Toyota mengatakan saat ini mereka mengharapkan bisa menjual 110.000 kendaraan di seluruh dunia. Jumlah ini lebih sedikit dari rencana yang mereka umumkan pada Januari lalu.

Untuk semester pertama tahun ini, Toyota tetap masih menjadi penjual mobil terlaris di dunia, meskipun Volkswagen AG dari Jerman mengalahkan produsen AS General Motors Co. sehingga berada di urutan kedua dalam penjualan kendaraan global.

Meskipun secara umum, Toyota berada di urutan teratas sebagai penjual mobil terlaris, namun di negara asalnya, untuk kuartal terakhir penjualan kendaraan Toyota merosot di Jepang. Hal ini karena adanya kebijakan pemerintah Jepang yang menaikkan pajak pada April lalu, sehingga pembeli di Jepang menghindar untuk membayar pajak yang lebih tinggi ini.

Penjualan Toyota juga menurun di seluruh Asia, namun penjualan tumbuh pesat di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Afrika.***RR/RW

Baca juga  Lebih Cepat dari Target, BSI Resmi Masuk Jajaran Top 10 Global Islamic Bank

sumber: industryweek.com