Lean Manufacturing kembali membantu sebuah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasionalnya secara bermakna. Perusahaan yang kali ini memperoleh hasil memuaskan adalah Daktronics Inc., manufaktur digital screen dan display system asal Amerika Serikat.

Perusahaan yang berpusat di Brookings, AS, ini telah berhasil meningkatkan efisiensi operasional pabriknya sebesar 60% dengan melakukan implementasi Lean Manufacturing. Daktronics mulai menggunakan metode dan tools Lean pada tahun 2006 untuk mengeliminasi kelebihan biaya sumber daya yang tidak memberikan nilai tambah (value) bagi pelanggan.

Salah satu cara yang mereka tempuh dalam usaha efisiensi tersebut adalah menerapkan standardized work. “Dengan melakukan standardisasi terhadap proses kami di seluruh sendi perusahaan, kami jadi mampu menciptakan produk dengan kualitas lebih tinggi di semua pabrik kami,” kata Neil Andal, manajer Lean Manufacturing di Daktronics.

Perusahaan tersebut memiliki area produksi sebesar 67.355 m2. Semua display cabinet, controller, sensor temperatur, dan sensor cahaya dibuat di AS, termasuk semua modul LED.

“Ketika banyak perusahaan melakukan outsource kepada pabrik-pabrik di negara-negara dengan biaya manpower rendah, Daktronics membuat, memesan dan merakit komponen modul secara domestik,” kata Andal. “Kami mampu melakukan itu karena selalu melakukan improvement untuk meningkatkan efisiensi proses permesinan dan manufaktur kami.”

Prinsip-prinsip Lean Manufacturing di Daktronics didorong oleh filosofi yang dikembangkan oleh orang-orang yang berpengaruh di dunia manufaktur, seperti Henry Ford dan Taiichi Ohno. Ford mengimplementasikan konsep lean manufacturing di lini assembly “continuous flow” mereka pada tahun 1910. Tokoh bisnis Jepang Taiichi Ohno dan yang lainnya mengembangkan Toyota Production System yang merupakan cikal bakal Lean Manufacturing antara tahun 1948 dan 1975.

Sumber: Argus Leader; Sioux Falls Business Journal.

Baca juga  Data-driven Manufacturing untuk Transformasi Industri