Lean Six Sigma mulai sering diterapkan di organisasi militer (gambar hanya ilustrasi).
Lean Six Sigma mulai sering diterapkan di organisasi militer (gambar hanya ilustrasi).

The Washington National Guard merupakan suatu kesatuan militer yang bertugas di negara bagian Washington di Amerika Serikat, yang terdiri atas Washington Army National Guard (WAARNG) dan Washington Air National Guard (WAANG). Untuk mengatasi dampak dari keterbatasan sumberdaya yang dialami pemerintah dan militer AS, Washington National Guard memutuskan untuk melakukan “perampingan”, yaitu dengan implementasi Lean Six Sigma.

Seperti yang diberitakan oleh situs www.dvidshub.net, keputusan Washington National Guard ini didasakan kepada paradigma bahwa Lean bukanlah sekedar metode cost-saving. Metode ini juga fokus kepada pengembangan personel secara bottom-up. Karyawan akan diberdayakan untuk menemukan jalan efisiensi dan cara terbaik untuk menghilangkan waste, yaitu aktifitas tak bernilai tambah. Para pilot dan tentara diperkenalkan kepada Lean dan implementasinya sesuai fungsi pekerjaan mereka, dan bahkan diikut-sertakan dalam program sertifikasi Lean Six Sigma Green Belt pada 25-28 Februari lalu.

“Lean memberikan energi pada setiap orang dalam organisasi di segala level, dan menyaksikan bagaimana kami melakukan implementasi metode tersebut,” kata Ronald Kapral, penanggung jawab divisi Continuous Process Improvement (CPI) di Washington Military Department. “Lean sesungguhnya merupakan metode yang melibatkan semua orang, sementara proses pengambilan keputusan militer hanya melibatkan sekelompok kecil orang.”

Peran Lean dalam Militer

Lean Six Sigma membantu dalam analisa proses dalam organisasi dan menemukan cara untuk membuatnya efisien; menghilangkan waste dan inefisiensi untuk meningkatkan value bagi pelanggan dan organisasi.

“Dari sudut pandang manajemen, apa yang kita coba lakukan dengan menggunakan Lean adalah menghilangkan semua hal yang ‘berlebih’ dan ‘tidak perlu’ dalam bisnis, seperti gerakan dan inventori ekstra, dan beberapa hal yang menyebabkan keterlambatan supply yang anda kirimkan.” Kata Robert Farr, seorang analis program yang bekerja dengan 404th Army Field Support Brigade di JBLM.

Kapten Jennifer Vanzego, fasilitator Lean di Washington Military Department, mengungkapkan bahwa “Ketika kami memutuskan untuk mengambil inisiatif continuous improvement di Washington Military Department, kami mencari cara untuk melakukannya secara bersama-sama. Kami mencari jalan untuk mengintegrasikan teknik-teknik dan konsep Lean Six Sigma dengan pilot dan tentara National Guard tradisional, yang akan menerapkannya didalam organisasi masing-masing dan menjadikannya bagian dari budaya kami. Semakin efisien kerja kami, maka akan semakin sukses-lah kami.”

Baca juga  Alur Kompetisi OPEXCON Project Competition 2024

“Menurut saya, Washington Military Department dapat menjadi percontohan di negara ini dengan mengembangkan standar-standar Lean dalam prosedur operasional dan mengembangkan sebuah program yang juga dapat menguntungkan pihak negara bagian dan agen-agen lain,” kata Kapral.

Terlepas dari kondisi anggaran di masa depan, sistem dan operasional yang lebih efisien akan terwujud, dan Lean Six Sigma akan terus diterapkan disini.

Sumber: www.dvidshub.net; Samantha Ciaramitaro.