Lima perusahaan bersepakat menandatangani komitmen dan membentuk jaringan bisnis dan disabilitas Indonesia. Perusahaan tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT L’Oréal Indonesia, Standard Chartered Bank, Indonesia, PT TetraPak Stainless Engineering dan PT Trans Retail Indonesia.Tujuannya mempromosikan keberagaman dan inklusifitas di tempat kerja.

Berdasarkan riset Universitas Indonesia dari 12.15% penyandang disabilitas di Indonesia, hanya 51,12% yang turut berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja. Angka tersebut lebih rendah ketimbangn non penyandang disabilitas yang mencapai 70,40 persen. Sektor informal menyerap tenaga para penyandang disabilitas sebanyak 65,55 persen dan sektor formal sebanyak 34,45%.

Perusahaan melirik potensi pekerja disabilitas lantaran dinilai mampu menjadi bagian korporasi mencapai target yang diharapkan. Sayangnya perusahaan selama ini masih bertindak sendiri tanpa memiliki basis pelaksanaan yang menguntungkan pihak pemberi kerja dan pekerja.

[cpm_adm id=”11784″ show_desc=”no” size=”medium” align=”left”]

Empat komitmen yang telah menjadi dasar jejaring antaralain, pertama mempersiapkan sektor usaha menuju lingkungan kerja yang lebih inklusif (termasuk di bidang infrastruktur, pola pikir & kebijakan, aksesibilitas, penyediaan akomodasi layak, pendidikan & pelatihan, serta membangun kesadaran melalui pertukaran informasi).

Kedua, mendukung peran aktif penyandang disabilitas agar siap untuk memasuki dunia kerja (termasuk pola pikir, ketrampilan, komunikasi, akomodasi layak, pendidikan & pelatihan, membangun kesadaran). Ketiga, melakukan rekrutmen penyandang disabilitas berbasis potensi dengan cara yang setara dan bersahabat dengan keragaman. Keempat mendorong program-program kreatif yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran aktif dan kemandirian dari para penyandang disabilitas. []

Baca juga  Maret 2024, PMI Manufaktur Indonesia Capai Level Tertinggi