Bicara tentang perubahan tak pernah lepas dari kata leadership. Terang saja, leadership atau kepemimpinan adalah kunci utama dan yang paling penting dalam perubahan lean. Namun, sementara mencari dan mengidentifikasi solusi lain yang relatif lebih mudah, mengimplementasikan teknik lean thinking pada prakteknya bukan menjadi hal yang mudah. Sangat perlu diketahui bahwa hal terpenting untuk dapat mengimplementasi teknik lean thinking adalah mengetahui ilmu, skills, dan sikap dari lean leadership.

Dengan kata lain, rahasia untuk merubah suatu organisasi dan membuatnya lebih memiliki unsur lean sehingga mampu untuk lebih memuaskan customer dan meningkatkan profitabilitas yang berkelanjutan adalah ‘perubahan diri’ sendiri. Untuk memperoleh keterampilan lean leadership tersebut, dibutuhkan adanya pengembangan dalam diri sendiri. Berikut adalah 4 tingkatan pengembangan diri untuk mencapai lean leadership skills.

Pertama, kita harus mampu memahami praktek lean. Prinsip-prinsip dan praktik-praktik lean  merupakan suatu alat yang bersifat learn-by-doing  sehingga tim dapat melihat waste yang mereka hasilkan melalui kebiasaan kerja sehari-hari yang memungkinkan mereka untuk menemukan delivery techniques yang baru dan lebih inovatif. Metode lean dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan mengurangi biaya waste untuk menjadikan bisnis lebih kompetitif. Sebagai leader hal ini berarti belajar langsung dengan turun ke lapangan, melihat kenyataan yang ada di sana dan apa saja yang tidak, juga berhubungan langsung dengan tim untuk memberikan challenge untuk tim berlatih Kaizen dan mendukung mereka sepenuhnya atas usaha-usaha yang telah dilakukan.

Kedua, lean leaders harus mengetahui bagaimana membangun sistem manajemen yang akan mendukung wall-to-wall Kaizen di seluruh organisasi. pertanyaan penting yang harus ditanyakan oleh leader adalah ‘apakah improvements yang dilakukan akan membuat perusahaan semakin kompetitif, dan perubahan yang ditimbulkan bukan hanya perubahan acak?’ Hal ini juga meliputi penemuan-penemuan dimensi perbaikan secara progresif yang membutuhkan kemampuan pembinaan, menciptakan ukuran ad hoc yang akan merefleksikan progres yang nyata, dan menyusun sebuah sistem visit reguler dan ulasan untuk mendukung upaya Kaizen dari tim, serta perbaikan-perbaikan proses lintas fungsional.

Baca juga  Kesederhanaan Sekaligus Kekuatan Siklus PDCA yang Tersembunyi dan Jarang Disadari!

Ketiga, leader harus selalu siap untuk mempromosikan middle managers. Para manajer ini kemudian bisa belajar dari upaya-upaya Kaizen tim dan mengembangkan standar kerja serta mengubah prosedur departemen mereka sendiri sebagai tindakan realisasi atas perbaikan-perbaikan yang diciptakan dan diuji oleh tim. Middle managers harus siap untuk mengubah cara kerja tim. Semenstinya, hal ini bukan lagi tentang bagaimana melaksanakan perintah atasan atau senior managers dan memberitahukan siapa yang akan melakukan apa. Sebaliknya, lean leadership adalah tentang meningkatkan perbaikan melalui Kaizen yang berkelanjutan dan belajar dari aktivitas Kaizen untuk merubah prosedur dan proses kerja dperatemen poin demi poin.

Terakhir, dari kunjungan ‘go and see’ rutin, lean leaders akan mempelajari bagaimana keterampilan transformasi  mempengaruhi perubahan yang lebih besar dengan menciptakan teamwork yang lebih baik melalui department head mereka dan fokus pada nilai akhir pelanggan. Sikap ini akan menuju kea rah kolaborasi yang lebih baik dengan suppliers dimana sebagian besar teknik perubahan platform akan terjadi pertama kali, untuk mengarah pada inovasi yang lebih baik dengan menawarkan nilai baru kepada pelanggan dari kolaborasi yang lebih intens di seluruh supply chain. Dalam praktiknya, suatu inovasi membutuhkan adanya capability building, yang pada akhirnya tetap bergantung pada pengembangan kompetensi diri sendiri.

5 Sikap yang Mencerminkan Lean Leadership

Ada 5 hal yang menjadi kunci penting untuk perubahan sikap lean leadership, yaitu:

  1. Fokus pada pelanggan
  2. Belajar dari upaya Kaizen di lingkungan kerja
  3. Menguasai tools dan adanya ide-ide besar dari masing-masing tools
  4. Utamakan permasalahan
  5. Perubahan besar datang dari langkah-langkah kecil yang berkelanjutan