Banyak perusahaan melakukan transformasi, banyak yang sukses namun tidak sedikit juga yang gagal. Sebuah publikasi yang diterbitkan oleh BCG, penelitian dari Bruce Henderson Institute di BCG menunjukkan bahwa hingga 75% transformasi gagal mencapai tujuannya. Kemudian untuk mempelopori transformasi dan meningkatkan peluang keberhasilannya, perusahaan telah meningkatkan perekrutan Chief Transformation Officer (CTO) sebanyak lebih dari 140%.

Dari berbagai sumber yang kami baca, satu pola yang paling sering diabaikan oleh organisasi ketika terjadi pergeseran internal adalah mengantisipasi resistensi yang cenderung muncul. Hal ini secara kognitif muncul karena adanya rasa takut dan tidak aman akibat perubahan yang direncanakan.

Transformasi bisnis pada akhirnya akan tergantung pada transformasi individu, dimulai dari pemimpin yang paling berpengaruh. Meski disepakati, salah satu permasalahan utama yang muncul kemudian adalah bagaimana para pemimpin dapat menginvestasikan waktu yang cukup untuk memahami motivasi individu dalam organisasi. Hal ini penting karena setiap individu memiliki kebutuhan dan dorongan yang berbeda. Pemimpin yang efektif harus mampu mendorong anggota tim mereka untuk keluar dari zona nyaman mereka, sehingga dapat mempercepat proses transformasi organisasi.

Namun, memahami motivasi individu saja tidak cukup untuk mencapai transformasi yang sukses. Praktik terbaik dalam melangsungkan transformasi adalah mencapai keseimbangan yang tepat antara pembangunan elemen struktur organisasi, seperti kebijakan, proses, dan infrastruktur, dengan pembangunan perilaku individu, seperti mindset dan perilaku. Pembangunan struktur yang kuat memberikan landasan yang stabil untuk transformasi, sementara pembangunan perilaku yang positif membantu memastikan bahwa setiap anggota tim siap untuk menghadapi perubahan dengan sikap yang terbuka dan adaptif.

Dengan menciptakan keseimbangan yang baik antara pembangunan struktur dan perilaku, pemimpin dapat memimpin transformasi organisasi dengan lebih efektif. Mereka dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi dan pertumbuhan.

Baca juga  Efisiensi vs. Efektivitas: Prioritas Manakah yang Lebih Utama?

Ingin tahu bagaimana perusahaan bisa membangun budaya tranformasi yang sukses? Ikuti terus SHIFT Indonesia! Nantikan artikel kami berikutnya ya, Anda juga bisa mendapatkan insight melalui video Youtube SHIFT Indonesia